Suara Denpasar - Selain membahas soal bebek carok dan mengecam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Rizky Billar terhadap istrinya sendiri, Lesti Billar.
Komika Tretan Muslim juga menjelaskan soal hukuman yang pantas bagi Baim Wong dan sang istri Paula yang membuat konten prank kasus KDRT yang dilakukan di kantor polisi.
Yakni cukup di banned. Sebagai konten kreator atau seseorang yang penghasilannya dari media sosial ini adalah hukuman yang paling berat.
"Orang yang dipenjara gara-gara prank itu adalah kejahatan terbodoh sepanjang masa," kata Tretan Muslim dalam podcast Dedy Corbuzier, Senin (11/10/2022).
"Penjara itu kan butuh ngeprint BAP. Butuh ini, butuh ngasih makan? Kalau APBN, keuangan negara ini harus buat ngeprint kertas laporannya Baim itu sayang banget," sentil pria asal Madura itu yang membuat Deddy Corbuzier ngakak.
"Kalau ada orang konten aneh-aneh daripada dipenjara mending di-banned, gak bisa upload YouTube. Itu lebih menakutkan," saran dia.
Bahkan, Tretan Muslim menjelaskan soal caranya. Simple, polisi cukup mengajukan rekomendasi ke YouTube agar Baim Wong tidak boleh lagi upload video.
Jika itu dilakukan maka dipastikan Baim Wong akan sangat ketakutan. "Iya bener, punishmentnya lebih merugikan," sambung Deddy Corbuzier setuju.
Prank Baim Wong, sebelumnya juga membuat Deddy Corbuzier marah atas kelakuan konten kretaor tersebut karena dinilai tidak memiliki empati. ***
Baca Juga: Aura Kasih Ogah Pakai Dildo, Itu Bohongi Diri Sendiri
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan