Suara Denpasar - Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kawasan Gunung Leuser di Aceh. Kang Dedi Mulyadi turut dalam rombongan tersebut.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini mengatakan yang harus menjadi fokus pemerintah di daerah konservasi itu bagaimana memberikan pendanaan. Dia mengatakan arrinya secara bergilir masyarakat di wilayah kawasan hutan bisa bekerja dan digaji oleh negara.
"Karena kalau masyarakat sudah digaji oleh negara dengan dana konservasi, maka mereka akan menganggap bahwa hutan itu menjadi kesejahteraan bagi hidupnya," kata Dedi.
Program tersebut, kata Dedi, bisa dilaksanakan karena tidak butuh anggaran besar, mengingat masyarakat yang tinggal di daerah kawasan hutan tidak terlalu ramai.
"Pengeluarannya tidak sebesar dari proyek yang dibangun untuk konservasi yang kadang-kadang tidak berhasil, maka lebih baik yang ada dijaga (masyarakat)," ujarnya.
Dedi melanjutkan solusi lainnya iaitu pada revisi Undang-undang Konservasi harus mengatur terkait kebijakan fiskal antara daerah penyangga konservasi dengan yang menghasilkan untuk negara.
"Harus ada pengaturan fiskal sehingga nantinya masyarakat di sana (di wilayah konservasi) terlindungi," demikian Dedi Mulyadi.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI untuk mengoptimalkan pengamanan di kawasan ekosistem
"Pengamanan dan pemanfaatan Gunung Leuser harus dioptimalkan sehingga Gunung Leuser bisa menjadi kawasan yang luar biasa," kata anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid, di Banda Aceh, Rabu.
Baca Juga: Raih Bintang Dua, Warganet Doakan Khrisna Murti Jadi Kadiv Propram, "Sikat Anggota Bermasalah"
Menurutnya, semua orang mengetahui bahwa Gunung Leuser sangat luar biasa karena terdapat empat satwa hebat bisa hidup berbarengan. Namun, belakangan ini sering terjadi konflik satwa, terutama gajah.
"Alhamdulillah tadi kita sudah diskusi sehingga teman-teman KLHK sepakat untuk melakukan forum grup diskusi (FGD) berjalan untuk menyusun program menjaga dan mengamankan Gunung Leuser secara optimal," ujarnya.
KLHK, kata dia, harus bekerja keras membuat "roadmap" bagaimana proses pengamanan dan pemanfaatan Gunung Leuser lebih baik sehingga dengan adanya pemetaan, maka satu persatu persoalan bisa diselesaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan