Suara Denpasar – Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara terkait jaringan narkoba yang melibatkan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Teddy Minahasa. Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pun membeberkan cara culas Irjen Teddy Minahasa dalam jaringan narkoba. Yakni dia berkomplot dengan bawahannya.
Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa menjelaskan, perkara ini berawal dari tangkapan kasus narkoba yang ditangani Polres Bukttinggi.
Dilansir dari TBNews Sumbar, Polres Bukittinggi Polda Sumbar Barat mengungkap kasus peredaran narkotika dengan barang bukti sangat besar. Yakni seberat 41,4 Kilogram dengan tersangka sebanyak 8 orang pada 14 Mei 2022.
“Dengan barang bukti 41,4 Kilogram sabu, pengungkapan kasus yang dilakukan oleh jajaran Polres Bukittinggi dan dibantu Ditnarkoba Polda Sumbar adalah yang terbesar dalam sejarah berdirinya Polres Bukittinggi dan Polda Sumbar. Saya apresiasi,” kata Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa kepada awak media, Sabtu, 21 Mei 2022.
Barang bukti itu mestinya dimusnahkan seluruhnya. Namun, menurut Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa, Irjen Teddy Minahasa mengambil sebagian barang bukti sabu-sabu hasil penyitaan itu.
Dengan aksi culasnya, Irjen Teddy Minahasa diduga meminta sabu-sabu seberat 5 kilogram kepada Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara. Agar barang bukti sitaan itu tetap jumlahnya, sabu-sabu yang diambil itu diganti dengan tawas atau Alum dengan berat yang sama.
Sebagaimana diketahui, tawas merupakan sejenis garam yang bentuknya mirip dengan sabu-sabu, yakni kristal bening. Tawas kerap dipakai untuk menjernihkan air.
"Iya (sabu) diganti dengan tawas," kata Mukti kepada awak media di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2022).
Mukti menjelaskan, dalam pengungkapan kasus di Polres Bukittinggi total barang bukti 41,4 kilogram sabu. Kemudian sebanyak lima kilogram diambil atas perintah Teddy, sementara sisanya dimusnahkan.
Baca Juga: Susul Ferdy Sambo, Irjen Teddy Minahasa Terancam Pecat
Dia melanjutkan, sabu-sabu seberat 5 kilogram itu kemudian dijual Irjen Teddy Minahasa melalui anak buahnya. Dari jumlah itu, sebanyak 1,7 kilogram di antaranya sudah dijual ke Kampung Bahari, Jakarta Utara oleh tersangka lain berinisial DG.
“Dimana sudah menjadi 3,3 kilogram barang bukti sabu yang diamankan,” jelas dia.
Kombes Mukti Juharsa juga menjelaskan bahwa Irjen Teddy Minahasa diduga sebagai pengendali dalam jaringan narkoba ini.
“Sudah menetapkan TM sebagai tersangka,” ujar Kombes Mukti Juharsa.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelumnya juga sudah menjelaskan, Irjen Pol Teddy Minahasa juga ditetapkan sebagai terduga pelanggar atas kasus dugaan narkotika serta menjalani patsus atau penempatan khusus. Selain dijerat dalam kasus pidana narkotika, maka Teddy Minahasa juga akan diproses dalam sidang Komisi Kode Etik Polri.
“Irjen TM dinyatakan sebagai terduga pelanggar, dan sudah dilakukan penempatan khusus,” kata Jenderal Listyo Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat sore (14/10/2022).
Sebagaimana diketahui, Irjen Teddy Minahasa merupakan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar). Dia baru saja ditunjuk sebagai Kapolda Jatim pasca-Tragedi Kanjuruhan, Malang, yang berujung pada pencopotan Irjen Nico Avinta. Irjen Teddy mestinya tinggal menunggu serah terima jabatan sebagai Kapolda Jatim. (Suara.com/PMJnews)
Tag
Berita Terkait
-
Bisnis Narkoba, Irjen Teddy Minahasa Punya Hotel: Alhamdulillah, Semua Kegiatan Birokrasi Terselenggara di Sana
-
Irjen Teddy Minahasa Jadi Otak Sindikat Narkoba, BB 5 Kg Sabu-Sabu
-
Sosok Irjen Teddy Minahasa, Punya Hobi Harley Davidson hingga Koleksi Ratusan Keris Zaman Kerajaan
-
Kapolri Beberkan Kronologi Penangkapan Irjen Teddy Minahasa, Ternyata Berawal dari Sini
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
5 Fakta Pesta Gol 7-1 Jerman atas Curacao: Ulangi Rekor Saat Bantai Brasil
-
Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Mengamuk Lumat Curacao 7-1
-
Kontroversi Piala Dunia 2026: Wartawan Dilarang Bertanya dalam Bahasa Spanyol
-
Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti
-
Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi
-
Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?
-
Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?