Suara Denpasar--Sebanyak lima tujuh orang tahanan berhasil melarikan diri dari Polsek Jatiasih, akhirnya ditangkap kembali. Tujuh orang tahanan itu baerhasil kabur dari sel tahanan pada Kamis (13/10/2022).
Dikutip dari PMJ News, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki mengatakan lima dari tujuh tersangka itu telah berhasil ditangkap kembali. Mereka ditangkap pada Sabtu (15/10/2022). "Jumlah tahanan yang kabur tujuh orang, Alhamdulilah pada hari ini (Sabtu), sampai pada siang tadi atau sore sudah kita tangkap kembali sebanyak lima orang," katanya Minggu (16/10/2022).
Dijelaskannya, kelima pelaku yang ditangkap kembali itu diamankan di beberapa lokasi. Seperti di Sunter, Karawang hingga Tanggerang. Sementara itu dua tahanan kabur lainnya kini masih dalam pengejaran aparat.
Lantas bagaimana sebenarnya cara tujuh tahanan itu kabur dari dalam sel tahanan?. Dari penyelidikan yang dilakukan aparat di lokasi kejadian, mereka berhasil kabur dari sel melalui lobang tembok berdiameter kurang lebih 40 cm.
Lobang itu terletak di tembok kamar mandi sel tahanan. Dugaan sementara, para tahanan melubangi tembok itu menggunakan potongan besi dan juga sendok makan. Lubang tersebut terhubung langsung dengan pemakaman di belakang sel tahanan yang membuat mereka dengan mudah kabur dari lokasi tersebut.
Terkait dugaan kelalaian yang dilakukan oleh petugas jaga sel tahanan, Propam Polres Metro Bekasi Kota akan melakukan pemeriksaan guna mengetahui apa pelanggaran kode etik yang telah dilakukan oleh petugas jaga tersebut.
"Terhadap petugas yang diduga melakukan kelalaian, akan kami tindak tegas, terutama yang piket yang bertanggung jawab terhadap kemanan dan keselamatan tahanan yang ada di Polsek Jatiasih," pungkas Hengki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel