- Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan seluas 200 hektare di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin.
- Petugas mengerahkan tim darat, ekskavator, serta helikopter penyiram air untuk memadamkan sisa api dan mengatasi sulitnya akses lokasi.
- Dua regu Manggala Agni bersama tim pemadam masih bertahan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya kembali kebakaran.
Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan membakar sekitar 200 hektare lahan di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mulai terkendali.
Meski penjalaran api disebut telah berhenti, tim gabungan masih bertahan di lokasi untuk menangani sisa titik api dan mengantisipasi kebakaran kembali meluas.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Lahan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan Ferdian Kristanto mengatakan luasan lahan yang terbakar masih dalam proses perhitungan. Namun, berdasarkan estimasi awal, area terdampak mencapai sekitar 200 hektare.
"Kondisi sudah mulai tersekat sehingga penjalaran api sudah mandeg. Tim darat juga sudah berhasil mematikan kepala api, tinggal ekor yang perlu secara bertahap ditangani," katanya di Palembang, Senin.
Menurut Ferdian, kondisi karhutla di lokasi tersebut saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali terdeteksi. Kendati demikian, perubahan arah angin dan kondisi ekstrem masih berpotensi memicu kembali penjalaran api.
"Secara umum lokasi ini sudah sangat membaik dibandingkan kondisi waktu awal terdeteksi. Tetapi kita tetap perlu mengantisipasi apabila angin berbelok arah atau terjadi kondisi ekstrem lainnya," ujarnya.
Dalam penanganan di lapangan, tim darat bersama Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Sinarmas terus melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat untuk menghambat penjalaran api.
Tim juga menggunakan excavator untuk membuka akses menuju titik-titik kebakaran. Upaya tersebut dilakukan karena kondisi medan dan akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
Selain melalui jalur darat, pemadaman diperkuat dengan dukungan helikopter water bombing milik perusahaan. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sempat memberikan dukungan pemadaman dari udara.
Baca Juga: Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus
"Saat ini ada helikopter water bombing dari Sinarmas dan sempat juga waktu sebelumnya dari tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Ferdian.
Dua Regu Manggala Agni Masih Bertahan
Meskipun kondisi kebakaran telah membaik, pemadaman belum dihentikan. Dua regu Manggala Agni masih bertahan di lapangan dan mendirikan tenda bersama tim RPK.
Ferdian mengatakan penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan karena proses penanganan masih berlangsung. Kondisi lahan yang kering serta banyaknya material mudah terbakar menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat menjalar.
Tantangan lain adalah akses menuju lokasi kebakaran yang cukup sulit. Dari Palembang, perjalanan menuju titik karhutla dapat memakan waktu sekitar enam jam karena kondisi jalan yang kurang baik.
Keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi juga membuat penyampaian laporan dari lapangan terkadang mengalami keterlambatan.
Sementara itu, tim masih melanjutkan pemadaman secara bertahap untuk memastikan sisa api benar-benar dapat dikendalikan dan mencegah munculnya kembali titik api baru.
Berita Terkait
-
Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus
-
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas yang Picu Kebakaran
-
Menko Polkam Andalkan Modifikasi Cuaca Lawan Karhutla, Ini Daftar 6 Provinsi Paling Rawan
-
Klaim Menteri LH Jumhur Hidayat Sukses Tekan Angka Kebakaran Hutan, Janji Buka Data
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pasokan Semen Aceh Tertekan, SIG Perkuat Pabrik dan Distribusi
-
Karhutla 200 Hektare di OKI Belum Sepenuhnya Padam, Tim Kejar Ekor Api
-
Bukan Sekadar Jumpscare, Aghniny Haque Ungkap Horor Berbeda di "Bisikan Desa Gringsing"
-
Tak Berkutik! WN Nigeria Pembunuh Yonkeu Ferdinand di Pasar Baru Ditangkap 15 Menit Setelah Kejadian
-
Siasat Licik dari Karawang: Ribuan Liter Miras Cukai Fotokopi Tercegat di Bakauheni
-
Kang Edai, Penjaga Adaptasi Perubahan Iklim dari Desa Kemiren
-
PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok
-
Makna yang Tertinggal di Atas Kanvas
-
Jakarta Sodorkan Dua Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026, Tak Ada JIS
-
Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital