/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 11:12 WIB
Penonton terjebak di pintu keluar Stadion Kanjuruhan (Instagram)

Suara Denpasar - Korban tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur bertambah satu orang lagi. Dengan demikian, jumlah korban tewas sebagai buntut dari tembakan gas air mata pasca-pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya menjadi 134 orang.

Penambahan satu korban tewas dari Tragedi Kanjuruhan ini dibenarkan Kapolres Malang AKBP Putu Kholis. Dia menjelaskan, korban meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.

“Benar,” kata Kholis, Jumat (21/10/2022).

Putu Kholis menjelaskan, korban bernama Reyvano Dwi Afriansyah (17) dengan alamat di Jalan Kebonsari RT 04 RW 01, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Dia menjelaskan, Reyvano meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Di temppat terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Saiful Anwar dr. I Wayan Agung menjelaskan, pasien bernama Reyvano Dwi Afriansyah menjalani perawatan di RS karena mengalami luka dalam Tragedi Kanjuruhan. Kata dia, pasien meninggal dunia pada pukul 06.45 WIB, setelah menjalani perawatan selama 18 hari.

"Kami dan manajemen sangat berduka atas kematian korban setelah dirawat kurang lebih selama 18 hari," jelas dr. Wayan Agung.

Wayan Agung menjelaskan pasien Reyvano menjalani perawatan karena luka pada kepala dan tulang dada. Dia menjelaskan, selama menjalani perawatan di Unit Perawatan Intensif RSUD Saiful Anwar pasien harus menggunakan alat bantu pernapasan.

Dia pun menjelaskan, saat ini RSUD Saiful Anwar Malang masih menangani 4 korban Tragedi Kanjuruhan. Rinziannya, 2 orang menjalani perawatan di ruang reguler, 1 orang dirawat di fasilitas High Care Unit (HCU), dan 1 orang dirawat di unit perawatan intensif.

"Kemungkinan (bisa segera) pulang yang di low care (ruang perawatan reguler)," papar dia.

Baca Juga: Kasus Gagal Ginjal Akut Menyeber di 20 Provinsi, Tim Gabungan Kemenkes dan Ahli Epidemiologi Temukan Ini

Sebelumnya, korban meninggal dunia susulan dari Tragedi Kanjuruhan juga bertambah satu orang atas nama Andi Setiawan (33). Hal ini dibenarkan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto pada 18 Oktober 2022 lalu.

“Iya benar (tambahan 1 korban meninggal dunia),” ujar Budi saat dikonfirmasi PMJNews, Selasa (18/10/2022).

Andi Setiawan yang meninggal saat dalam perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Sebelum dua korban meninggal susulan ini, Tragedi Kanjuruhan menewaskan 132 orang. Dengan tambahan dua orang ini, maka jumlah meninggal dunia mencapai 134 orang. Selain korban meninggal dunia, juga ada 781 orang korban luka-luka. Rinciannya, luka ringan 573 orang, luka sedang 50 orang, dan luka berat 25 orang.

Total korban yang masih menjalani rawat inap yakni 9 orang, di mana 7 orang dirawat di RSSA Malang dan 2 orang di RSUD Kanjuruhan.

Sebagaimana diketahui, Tragedi Kanjuruhun terjadi pada 1 Oktober 2022 malam. Usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berkesudahan dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu, berujung ricuh. Sejumlah suporter masuk ke dalam lapangan dan mendekati pemain.

Setelah itu polisi menghalau para suporter dengan melakukan tindakan represif. Di antaranya menembakkan gas air mata dan melakukan kekerasan terhadap suporter. Polisi juga menembakkan gas air mata ke tribun, sedangkan para suporter terjebak di tribun karena tidak bisa keluar dari pintu yang terkunci. Dalam kondisi panik akibat gas air mata, suporter berdesakan, mengalami sesak napas, hingga saling injak dan meninggal dunia. (PMJNews/ Antara)

Load More