Suara Denpasar- Indek kepercayaan publik kepada penegak hukum khususnya polisi kini berada di titik terendah dibanding institusi lainnya.
Pemicu dari rendahnya kepercayaan publik ke polisi adalah kasus Ferdy Sambo yang bersekongkol dengan puluhan polisi lainnya melakukan pembohongan publik.
Kebohongan itu dilakukan polisi secara sistematis di tingkat paling bawah sampai pada level jenderal bintang dua.
Namun kebohongan itu akhirnya terbongkar hingga akhirnya tingkat kepercayaan publik ke polisi mulai hancur.
Hal itu pula yang ditekankan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan arahan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan para pejabat utama pada Jumat (14/10) kemarin.
"Begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo), runyam semuanya, dan jatuh ke angka paling rendah," ujar Jokowi seperti dilihat dari siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10/2022).
"Dulu dibandingkan institusi-institusi penegakan hukum lain, (Polri) tertinggi. Sekarang saudara-saudara harus tahu, menjadi terendah," jelasnya.
Indek kepercayaan publik ke Polri sempat menyentuh angka tertinggi saat polisi membantu penanganan penanggulangan pandemi Covid-19.
Namun tingkat kepercayaan itu kini kembali runtuh setelah kasus Ferdy Sambo mencuat.
Hanya saja Presiden Jokowi belum menyinggung soal dengan adanya kasus meninggalnya 132 orang dalam tragedi Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya.
Dalam peristiwa ini kepolisian juga kembali menjadi sorotan usai adanya gas air mata yang dilontarkan petugas korps baju coklat ini.
Belum lagi perwira tinggi kepolisian yang tersangkut kasus narkoba yang belum disinggung Jokowi. (PMJnews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Warga Pulomas Menang Lawan Pemilik Lapangan Padel di PTUN, Mengapa Masih Beroperasi?
-
69 Kode Redeem FF Aktif 24 Februari 2026: Klaim Crimson dan Gloo Wall Ramadhan Gratis
-
Bangunan Lapuk, Ruang Kelas SD Jomin Barat III di Karawang Ambruk
-
Dell Akui Baru Jual Chromebook Saat Ada Pengadaan Kemendikbud, Apa yang Terjadi Sebelumnya?
-
Profil Lindi Fitriyana Calon Istri Virgoun, Ternyata Pemain Sinetron!
-
Belasan Kilometer Langkah Kaki di Tengah Dahaga: Kisah Rahmat, Penjaga Nadi Rel Kereta Api
-
Hujan Deras Sejak Minggu, 26 Titik di Bali Terendam Banjir
-
Jalanan Kota Meksiko Jadi Arena Peperangan, FIFA Bakal Cabut Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026?
-
Syuting Film Terbaru Joko Anwar di Penjara, Tora Sudiro: Karena Gue Berpengalaman?
-
Viral Nasabah Bank 9 Jambi Ngaku Rp24,6 Juta Hilang Usai Mobile Banking Tak Bisa Diakses