Suara Denpasar- Dedi Mulyadi atau yang biasa dipanggil Kang Dedi menumpahkan amarahnya kepada seorang pengela tempat pembuangan limbah.
Suami dari Bupati Purwakarta Anne Ratna ini terlibat cekcok di pinggir jalan sampai nyaris adu jotos.
Bahkan Kang Dedi sampai sudah menunjuk-nunjuk muka pengelola limbah tersebut dan membentak-bentak yang bersangkutan.
Aksi Kang Dedi ini pun jadi perhatian dari para pengendara yang kebetulan lewat di lokasi tersebut.
Dedi Mulyadi ngamuk karena jalan penuh dengan debu akibat imbas dari truk-truk bertonase besar membuang limbah tanah dan lainnya.
"Bapak tahu gak jalan kotor, ini jalan saudara bukan, Anda bangun jalan gak di sini, saya tanya anda bangun jalan gak di sini," kata Kang Dedi Mulyadi dengan nada sangat tinggi, dikuti dari akun youtube yang diunggah Kang Dedi Mulyadi Chanel, dikutip pada Sabtu (29/10).
Mendapatkan serangan dan pertanyaan dengan nada tinggi, si pengelola ini pun memberikan jawaban jika dirinya sudah menyediakan tempat tukang siram jalan agar tidak berdebu.
"Saya bayar pajak," jawab pengelola ini saat ditanya apakah ikut bangun jalan atau tidak.
"Sudah ada yang nyiram (jalan) tiga orang," tambah pengelola ini lagi.
Mendapatkan jawaban jika sudah bayar pajak, Kang Dedi terus membentak si pengelola ini.
"Berapa Anda bayar pajak, berapa puluh miliar anda bangun jalan," tanya Kang Dedi.
Seolah tidak mau kalah, pengelola limbah ini juga memberikan jawaban yang makin membuat Kang Dedi berang.
"Saya ngikuti aturan pemerintah, itu ada yang bersihin, saya ngikuti aturan," jawab si pengelola.
Ujung kemarahan Kang Dedi pun terus membuncah sampai akan memanggil dinas lingkungan hidup setempat gara-gara pengelola mengaku dapat izin dari dinas lingkungan hidup.
"Anda punya mata gak, kotor dari tadi, saya ciptain kebersihan dari dulu, Anda ngotorin hanya untuk cari duit," ungkapnya.
Cekcok dengan sosok pria ini pun belum berakhir, keduanya terlihat saling ngotot adu argumen dengan nada yang sama-sama tinggi.
Terlebih Kang Dedi yang jarang terlihat sampai semarah itu.
"Saya sudah minta izin dulu, sebelum bangun," kata si pria ini yang mecoba mepertahankan argumen jika sudah ada izin pengelolaan limbah.
"Gak bisa limbah dibuang di sini, malu gak Purwakarta jadi tempat pembuangan limbah," ungkap Kang Dedi sampai membawa nama-nama Purwakarta.
Si pria ini pun akhirnya diminta untuk ke kantor desa dan diberikan penjelasan soal hal tersebut. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Bogor 18 Februari 2026 Khusus Warga Muhammadiyah
-
Harga Cuma Rp350 M, Manchester United dan Barcelona Berebut Bek Dortmund Julian Ryerson
-
Bangun Komunikasi Kredibel, PTBA Borong Empat Penghargaan Public Relations Bergengsi
-
Joan Laporta Tuduh Ada Tangan-tangan Tak Tampak Ingin Barcelona Gagal Juara La Liga
-
Allegri Kibarkan Bendera Putih: Sebut Inter Favorit Scudetto, Milan Fokus Tiket Liga Champions
-
10 Hotel Bukber di Lampung dengan View Laut, Update Harga dan Promo Terbaru
-
Asisten Ten Hag Bongkar Konflik Cristiano Ronaldo di MU: Ogah Pressing, Pilih Angkat Kaki
-
Wayne Rooney Sebut Arne Slot Tak Punya Aura Kuat sebagai Pelatih Liverpool
-
Siap-Siap Ngabuburit! Ini 4 Rekomendasi Spot Berburu Takjil Paling Hits di Cibinong Bogor
-
6 Jalan Ini Jadi Prioritas Perbaikan di Banten Jelang Mudik Lebaran 2026