Suara Denpasar – Putu Ardika (41), suami yang membunuh istrinya sendiri, Luh Suteni (40) sudah menjadi tersangka. Di sisi lain, Polres Buleleng dan RSUD Buleleng mengungkapkan sejumlah luka yang diderita Luh Suteni.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP I Gede Sumarjaya menjelaskan, kasus KDRT yang mengakibatkan korban tewas sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Buleleng.
"Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka kemarin sore,” kata Sumarjaya, Sabtu (29/10/2022).
Sumarjaya menjelaskan, Putu Ardika dikenakan Pasal 44 Ayat 3 UU No 23 tahun 2004 tentang KDRT, dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 45 juta.
Diketahui, Suteni dibunuh suaminya di rumahnya di Dusun Dauh Margi, Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Kabuaten Buleleng, Bali, Jumat (28/10/2022) dini hari. Setelah peristiwa pembunuhan itu, sang suami kabur ke Desa Sambangan, dan ditangkap pagi hari.
Sejumlah barang bukti sudah disita. Terutama golok dan lesung atau tongkat penumbuk padi yang di Bali disebut luu.
Mengenai penyebab Luh Suteni tewas, Sumarjaya mengatakan masih menunggu hasil visum et repertum dari RSUD Buleleng. Namun, dia mengatakan ada sejumlah luka di tubuh korban.
“Yang pasti ada luka di bagian kepala dan leher. Apakah itu karena luka benda tajam atau tumpul nanti akan disampaikan di hasil visum resmi," jelasnya.
Soal korban sedang hamil, dia membenarkan namun belum bisa memastikan pada usia kehamilan berapa bulan. Dia juga menunggu keterangan dai rumah sakit.
Baca Juga: Menjanda dari Sule, Natalie Holscher Langsung Ingat Momen Terbaik dengan Mantan Pacar
Di sisi lain, dokter forensik RSUD Buleleng, dr Klarisa Salim SpF, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melukan otopsi terhadap tubuh Luh Suteni. Dia pun menjelaskan pada perut korban terdapat janin.
"Berapa bulan (kehamilannya) menunggu hasil visum. Usia kehamilan juga bisa menentukan apakah ada penghilangan nyawa juga," jelasnya.
Dia juga tidak bisa membeberkan secara detail luka yang ada pada tubuh korban Luh Suteni. Katanya, mengenai hasil otopsi ini diberikan kepada penyidik. Walau begitu dia memastikan ada sejumlah luka.
"Luka ada di bagian leher. Apakah fatal atau tidak dan detail ukuran luka akan kami sampai di hasil visum et repertum. Ini yang diberikan ke penyidik," pungkasnya. (Beritabali.com)
Tag
Berita Terkait
-
Motif Suami Bunuh Istri di Buleleng Bali karena Mengira Selingkuh dengan Lelaki Lain
-
Suami yang Bunuh Istrinya di Buleleng Bali Sempat Kabur, Ditangkap di Desa Sambangan
-
Miris, Istri yang Dibunuh Suami di Buleleng Bali Sedang Hamil 7 Bulan, Tewas Bersama Janinnya
-
Sebelum Tewas, Istri Dipentung Pakai Tongkat dan Ditusuk Golok oleh Suami di Buleleng Bali
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Tumbuhkan Ekonomi Berkelanjutan
-
Sinopsis Film Sori: Voice from the Heart, Kisah Haru Ayah dan Robot Pencari Suara
-
Vibes Lebih Seram dan Gelap, Wednesday Season 2 Bongkar Rahasia Willow Hill & Burung Gagak Pembunuh
-
5 Rekomendasi Smartband Murah untuk Olahraga, Fitur Lengkap Mulai Rp200 Ribuan
-
Nestle Umumkan 12 Ton Cokelat KitKat Dicuri Jelang Paskah
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Kasus Amsal Sitepu Akan Dibahas Komisi III DPR RI Besok, Rapat Digelar untuk Sikapi Desakan Publik