Suara Denpasar - Dedi Mulyadi selama ini memang dikenal sebagai pecinta lingkungan. Tak jarang amarahnya memuncak ketika melihat lingkungan yang dirusak oknum-oknum tak bertanggungjawab.
Kang Dedi pun pasti berada di garis terdepan menyuarakan protes dan keberatan atas aksi perusak lingkungan.
Kali ini mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut mendapat pengaduan dari Ujang, warga Kecamatan Kalijati, Jawa Barat.
Di mana air Sungai Cikeruh yang sebelumnya bening dan biasa digunakan mandi oleh warga kini berubah keruh.
Diduga, penyebabnya adalah galian pasir yang ada di hulu sungai tak jauh dari desanya.
Mendapat laporan itu, Kang Dedi sontak menyusuri aliran sungai. Benar saja, dia menemukan tambang pasir seluas belasan hektare yang diawasi oleh warga setempat.
Di sana, anggota DPR RI yang membidangi lingkungan itu melihat sebagian besar air galian C langsung dibuang ke sungai Cikeruh yag membuat air berubah menjadi kecoklatan.
"Kok ini langsung dibuang ke sungai pak, air keruhnya langsung dibuang ke sungai, kan sungainya jadi keruh," tanya Kang Dedi yang enggan menyambut salaman pengawas tambang.
"Ini atas kesepakatan warga pak," jawab pria tersebut sekenanya. "Kesepakatan bagaimana? Ini mencemari lingkungan. Sungai itu bukan milik warga," sentil Kang Dedi.
Baca Juga: Kasihan, Ternyata Ini Alasan Denise Chariesta Tidak Berani Bongkar Nama Asli Inisial RD
Disebut bahwa sungai bukan menjadi milik warga karena dampaknya juga akan mengena ke warga lain yang dilalui sungai tersebut.
Seperti halnya pencemaran yang terjadi di Sungai Cikeruh di mana warga desa lain yang mengalami air kotor dan hingga tak bisa mandi.
"Kalau urusan buang limbah ke sungai, tidak ada urusan dengan kesepakatan warga pak, karena sungai bukan milik warga.
Saya mendapat komplain warga, sungai ini selalu keruh, ternyata saya cek dari sini," ungkapnya sembari menunjuk bahwa aliran air limbah yang melewati jalan dan langsung ke sungai.
Dia juga mengaskan bahwa akan berjuang ke kementerian bahwa izin dari tambang ini tidak akan bisa diperpanjang.
Kang Dedi juga meminta pengelola proyek agar semua limbang masuk dulu ke kolam pengendapan sebelum dialirkan ke sungai.
Jika tidak? Dirinya minta tambang ini dihentikan dulu. Mendapati sika tegas Kang Dedi, pengelola tambang akhirnya berjanji akan mengalirkan semua limbah ke kolam pengendapan agar air di sungai Cikeruh kembali bening. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Torehkan 11 Gol, Harry Kane Jadi Top Skor Sepanjang Masa Inggris di Piala Dunia
-
Tips Belanja Perlengkapan Sekolah agar Lebih Hemat, Orang Tua Bisa Prioritaskan 5 Kebutuhan Ini
-
Momen Kunjungan Jokowi di Lampung Malah Bertemu Adik Kelas UGM, Pernah Naik Gunung Bareng
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Piala Dunia 2026: Hanya Loloskan Dua Wakil, Sepak Bola Asia Masih Stagnan?
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Detik-detik Pajero Terbakar di Tol Kayuagung-Palembang, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya
-
4 Setting Spray Murah Meriah di Bawah Rp50 Ribuan, Tetap Tahan Lama dan Glowing, Kok!
-
Kafe Ajaib yang Memasak Impian: Fantasi Epik yang Menyuntik Semangat Mimpi!
-
4 Sepatu Sekolah Hitam yang Awet Dipakai Setahun Penuh, Murah Anti Jebol!