Suara Denpasar - Dedi Mulyadi terlihat ke Pengadilan Agama (PA) Purwakarta untuk memenuhi gugatan cerai Anne Ratna Mustika.
Kedatangan Kang Dedi, panggilan akrab Dedi Mulyadi tak seperti biasanya. Dia tampil tanpa menggunakan ikat kepala khas Sunda.
Mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut yang datang ke Pengadilan Agama Purwakarta dengan menggunakan angkot menjelaskan bahwa, ikat kepala bukan barang sembarangan. Jadi, digunakan sesuai dengan tempatnya.
"Minimalnya keluarga kami mendapat ujian. Anak-anak kami sedang mendapat kesedihan, ada sebuah keluarga pada malam itu mendapatkan kebahagiaan," demikian kata Kang Dedi beranalogi dalam video di kanal YouTube-nya.
Soal dirinya tidak menggunakan ikat kepala khas Sunda. Melalui akun Instagram @dedimulyadi71. Dia mengatakan banyak terdapat filosofi dalam ikat kepala tersebut dan tidak boleh digunakan sembarangan.
"Iket Sunda itu memiliki filosofi yang tidak sembarangan. Sehingga, saya tidak menggunakannya saat berada di pengadilan. Tetap tegar. #TetapBekerjaUntukRakyat," demikian tulisnya dalam medsos.
"Ada filosofinya, gini kalimatnya cing caringcing pageuh kancing, set saringset pageuh iket. Apa itu artinya, kita ini harus memiliki kewaspadaan, iket tuh kan di kepala harus diiket biar tidak kemana-mana, biar fokus, fokusnya ke hati, itu lambang kehormatan, dan lambang kepemimpinan," imbunya.
Dia juga menjelaskan ketika di Pengadilan Agama tidak menggunakan ikat kepala khas Sunda karena sebagai laki-laki dirinya merasa sudah kehilangan kehormatan dan lambang maskulin.
"Bagi saya tempat itu, bukan lagi tempat yang melambangkan kehormatan, tempat itu bukan lagi tempat yang melambangkan maskulin, dengan saya datang ke situ sebenarnya sudah tidak maskulin lagi. Saya datang ke situ bukan juga seorang pemimpin lagi. Saya menjadi orang yang kehilangan segalanya," pungkasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pasar Modal Indonesia Mulai Pulih, Ini Buktinya
-
Harga Motor Listrik Honda, Simak Perbedaan ICON e: vs EM1 e: vs CUV e:
-
Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang