Suara Denpasar - Jalan hidup Ki Kurdi mirip dengan Joko Kendil. Dia mengaku pernah menjalani lelaku sebagai seorang musafir yang berkelana dari ujung timur pulau Jawa sampai ke barat.
Perjalanan tersebut dia tuntaskan dalam waktu 19 bulan. Sedangkan Joko Kendil baru akan menuntaskan pengembaraannya setelah 15 tahun atau pada tahun 2025 nanti.
Ungkap Ki Kurdi, lelaku sebagai seorang musafir memang berat. Maka tak salah jika pelaku spritual meletakkan dalam urutan terakhir ujian spritual yang dihadapi atau disebut juga dengan Topo Lelono Broto.
"Lelono ditempatkan di akhir perjalanan batin karena paling berat untuk menyempurnakan," kata Ki Kurdi dalam video Ganjil Misteri di Facebook.
Dalam pengelanaannya pria asal Brebes Jawa Tengah tersebut ditemani oleh dua khodam berupa naga kembar. Khodam berumah keris tersebut merupakan pemberian sang guru yang bernama Mbah Dipa kepada dirinya.
Sebagai mantan musafir, dia menjelaskan bahwa lelaku lain yang berat adalah Topo Ngalong atau bertapa meniru kelawar.
Dimana seseorang akan digantung dengan kaki di atas dan kepala di bawah mirip kelelawar yang sedang tidur.
"Topo ngalong itu juga tidak boleh makan dan hanya memakan embun yang menempel di wajah," terangnya.
Selain dua lelaku tadi, ada delapan lagi lelaku yang biasanya dilakukan tokoh spritual berdasarkan ajaran kejawen dari total 10 lelaku.
Baca Juga: Joko Kendil Usai Pemilu Akan Menikah, 21 Tahun Jalan Kaki Keliling Pulau Jawa
Yakni Ngadem atau memakan makanan yang tidak mengandung bahan beraroma kuat seperti garam, gula, cabai, minyak dan lain sebagainya.
Ada lagi lelaku yang bernama Ngrekes yang biasa dilakukan pada bulan Suro. Lelaku yang dilakukan selama sebulan ini umumnya tidak memakan makanan yang mengandung beras.
Ada lagi lelaku tidak boleh makan dan minum selama tiga hari serta hanya berada di dalam kamar dengan nama Ngepas.
Kebalikan dari Ngepas disebut lelaku Pati Geni yang dilakukan di luar rumah di mana kita tidak boleh bertemu dan berbicara dengan orang lain selama tiga hari.
Untuk lelaku yang hanya makan dari umbi-umbi dan akar-akaran disebut Ngrowot. Sedangkan jika hanya makan nasi putih disebut dengan istilah Mutih.
Ada lagi lelaku yang makan tidak boleh dengan tangan tapi langsung dipetik dengan mulut yang dikenal dengan istilah Ngidah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
Link Live Streaming Arsenal vs Atletico Madrid: Rebut Tiket Final, The Gunners!
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
18.000 Liter Minyakita Oplosan Disita di Bengkulu, Pakai Minyak Curah dan Kemasan Diubah
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M
-
Bongkar Penyebab Banjir Puncak - Cipanas, Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng