Suara Denpasar – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi alias Kang Dedi menjelajah di wilayah Kabbupaten Subang, Jawa Barat, tanah kelahirannya. Setelah menemui dua pekerja seks komersial (PSK), dia keliling di pertokoan di Jalan Pasar Baru, Subang Kota. Dia menemukan, pria tua bernama Mustofa, tukang parkir yang kondisinya memprihatinkan.
Awalnya, Kang Dedi menemukan pria tua yang sedang jalan tertatih-tatih. Tanpa mengenakan sandal, dia menenteng bungkusan plastik keresek. Hari sudah malam. Sekitar Pukul 12 malam. Dari dalam mobil, Kang Dedi memanggilnya. Menanyakan mau ke mana.
Dari obrolan singkat dengan Kang Dedi, diketahui lelaki ini bernama Mustofa. Dulu dia bekerja di bagian logistik sebuah perusahaan properti atau developer perumahan. Namun dia berhenti setelah usaha properti tempatnya bekerja sepi proyek.
Kini Mustofa hidup sebatang kara. Dia telah bercerai dengan istrinya. Memiliki anak yang sudah lulus SMA, namun tidak tinggal bersamanya.
Sebetulnya, Mustofa bersaudara 7. Namun, tiga saudaranya sudah meninggal dunia. Tinggal 4 orang yang masih hidup, termasuk Mustofa.
“Dari yang 3 ini pernah nggak nengok ke sini, ke Bapak?” tanya Kang Dedi.
“Belum pernah,” kata Mustofa.
“Atau sengaja ngajak bapak ke rumahnya,” tanya Kang Dedi lagi.
“Belum,” lanjutnya.
Mustofa sebetulnya menyewa kamar kos. Namun, dia jarang menempati. Sehari-hari dia tidur di emperan toko sembako di Jalan Pasar Baru. Tidak ada selimut, dia tidur beralaskan kardus. Pakaian yang dibawanya terbatas dan lusuh. Juga bau pesing. Mandi pun di kamar mandi umum pasar.
Selain jalannya tertatih-tatih, gaya bicara Mustofa agak lambat. Suaranya juga terdengar lirih. Dia memang sudah lima tahun mengalami stroke.
Mustofa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjadi tukang parkir tidak resmi. Penghasilannya paling banyak Rp50 ribu sehari. Pada hari saat Mustofa bertemu Kang Dedi malam itu, dia hanya mendapat penghasilan Rp20 ribu.
Setiap bulan dia harus membayar uang sewa kos Rp300 ribu per bulan. Sisa penghasilannya dari jasa parkir untuk makan.
Bungkusan plastik keresek yang dibawanya berisi nasi. Setelah dibuka, Kang Dedi menemukan lauknya ada ikan asin. Kang Dedi bilang ada banyak pantangan bagi orang yang mengalami stroke. Di antaranya ikan asin, kuning telur, dan lainnya.
“Bapak stroke tapi jam segini masih makan, apa nggak bahaya?” tanya Kang Dedi.
Mustofa tak mengerti tentang pantangan itu. Dia sendiri mengakui tidak pernah berobat. Juga tak ada yang mengajaknya berobat.
“Harusnya nggak boleh makan malam. Makannya harus sebelum jam 6 (petang). Itu pun nasinya jangan terlalu banyak,” terang Kang Dedi.
Lagi-lagi Mustofa tak mengerti berbagai aturan makan bagi penderita sakit jantung, apalagi yang sudah mengalami stroke. Kang Dedi pun mengajak Mustofa kembali ke emperan toko tempat dia tidur. Dia juga mengingkatkan pola hidup sehat selain masalah makanan, juga soal jam tidur. Kang Dedi mengatakan, mestinya tidur sebelum jam 9 malam. Kalau bisa jam 8 malam.
Kang Dedi pun iba. Dia memberi Mustofa uang. Tidak pasti berapa jumlahnya. Diperkirakan sekitar satu jutaan. Namun, Kang Dedi berjanji akan datang lagi untuk membawa Mustofa berobat. Menurutnya, Mustofa masih bisa disembuhkan. (*)
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi Unggah Video Menyentuh Soal Putri Bungsunya; Anak Tak Berdosa Jadi Korban Perceraian Ayah dan Bunda
-
Kang Dedi Mulyadi Jago Tawar-Menawar dengan PSK: 'Rp500 Ribu? Mahal Ah!'
-
Kang Dedi Mulyadi Takjub Kebaikan Hati Sopir Angkot, 'Hebat, Keren Banget!'
-
Kang Dedi Mulyadi Salut ke Acong, Tukang Sapu Jalan yang Pernah Dibantu, Anaknya Lulus S1 Cumlaude
-
Kang Dedi Mulyadi Datangi Cewek Warung Kopi Plus-Plus, Ditinggal Suami Selingkuh
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire
-
Sudah Kehilangan Anak, Ibu Kandung di Sukabumi Kini Diteror dan Diancam Diam
-
Daftar Lengkap Progres Lahan Koperasi Merah Putih se-Banten: Kabupaten Serang Terbanyak