/
Sabtu, 19 November 2022 | 14:48 WIB
Intan, wanita yang mengunggah video melukat di Tirta Empul bikin sakit mata akhirya meminta maaf. (IST)

Suara Denpasar - Setelah video yang menyebut melukat di Tirta Empul bikin sakit mata menjadi viral, sang pengunggah video tersebut akhirya minta maaf. Akan tetapi, Bendesa Adat menyatakan bahwa unggahan video tersebut telah membuat warganya resah.

Perempuan yang disebut bernama Intan itu meminta maaf melalui media sosial. Dalam video 59 detik, dia menyampaikan permintaan maaf ke masyarakat Bali.

“Saya Intan, mau klarifikasi video saya. Saya minta maaf, saya tidak ada niat menjelekkan,” aku Intan dalam vdideo tersebut.

Perempuan berjilbab itu menyatakan, informasi penglukatan Tirta Empul yang disebutnya bikin sakit mata itu didapat dari dari video lain.

“Saya hanya share (membagikan). Saya akui saya salah meng-share ulang. Sekali lagi saya minta maaf,” katanya.

Secara terpisah, Wakil Bendesa adat Manukaya, Made Kuntung menyatakan bahwa video dari Intan itu sudah dilaporkan Bendesa Adat Manukaya, Made Mawi ke Polres Gianyar, Jumat (18/11) pukul 10.00 WITA. Dia menjelaskan, dalam pelaporan tersebut, pihaknya juga diterima langsung Kasat Rekrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko. 

“Kami melapor berkaitan dengan video itu,” jelas Made Kuntung, dikonfirmasi Beritabali.com, jaringan Suara.com Sabtu (19/11).

Meski pengunggah video melukat di Tirta Empul bikin sakit mata, Made Kuntung menyatakan, Desa Adat Manukaya sebagai pengelola Pengelukatan Tirta Empul menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut ke pihak Polres Gianyar.

Made Kuntung tidak mengetahui pasal apa yang digunakan oleh kepolisian untuk menjeran Intan. Yang jelas, hal tersebut diserahkan ke aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Sebab, unggahan video dari Intan itu membuat warga resah.

Baca Juga: Warga Amerika Tewas Jatuh ke Jurang dari Lereng Gunung Agung, Ternyata Sudah Dilarang Mendaki

“Nanti tergantung polisi. Kami sudah melapor. Yang jelas warga resah dengan berita (konten) itu,” beber Made Kuntung. (Beritabali.com)

Load More