/
Senin, 21 November 2022 | 15:23 WIB
Jessica Iskandar (Istimewa)

Suara Denpasar - Sudah jatuh tertimpa isu tidak sedap. Begitulah kiranya yang dirasakan oleh Jesicca Iskandar yang dikabarkan melakukan open donasi untuk bayar cicilan rumah.

Hal tersebut langsung dibantahnya melalui instagram storynya. Sebenarnya, Jessica Iskandar hanya bercanda soal membuka donasi. Namun sayangnya, banyak orang mengira hal itu benar terjadi.

"Maka dari itu saya akan membuka donasi buat para hadirin yang ingin menyumbangkan dana anda. Silahkan ini nomor rekening yang tersedia di layar kaca anda, hubungi sekarang juga, terima kasih," kata Jessica Iskandar saat itu.

Mengetahui kabar tentang buka donasi ini, Jessica Iskandar pun mencoba meluruskannya melalui unggahan Instagram Story pada Senin (21/11/2022).

"Hoax. Tidak benar!" tulis Jessica Iskandar, menggungah hasil tangkapan layar sebuah berita yang diposting akun infotainment @gosipnyinyir2 sebagaimana dikutip dari matamata.com.

Istri Vincent Verhaag itu mengimbau kepada publik untuk tidak percaya dengan berita tidak benar. Selain itu, ibu dari dua anak ini juga meminta maaf kepada orang-orang yang ingin berdonasi untuknya.

"Maaf bagi teman-teman yang ingin berdonasi, sampai saat ini saya tidak pernah membuka donasi. Tolong jangan tertipu hoax!" sambungnya.

Wanita 34 tahun ini juga meminta kepada oknum yang memanfaatkan momen ini untuk membuka donasi palsu atas nama Jessica Iskandar untuk segera menghapus akun donasi.

"Hati-hati bagi oknum yang menyebarkan, membuat, mengatasnamakan sata atas open donasi. Ini adalah perbuatan yang melawan hukum. Tolong segera klarifikasi dan hapus," pungkasnya.

Baca Juga: Murka! Denise Chariesta Akui Sudah Enggan Meminta Maaf Kepada Istri RD:Ngapain Gue Minta Maaf Ama Dia? Emang Gue Salah Ama Bininya?!

Finansial rumah tangga Jessica Iskandar memang sedang terpuruk setelah tersandung kasus penipuan dengan total kerugian hampir Rp 10 miliar.

Akibatnya, Jessica Iskandar harus menunggak bayar rumah selama tiga bulan, dengan cicilan ratusan juta rupiah per bulan. (*)

Load More