/
Rabu, 23 November 2022 | 08:01 WIB
Suara Denpasar

Suara Denpasar – Selain cabang olahraga (Cabor) panjat tebing yang telah mulai dipertandingkan di Lapangan Alit Dangin Carik Tabanan pada Porprov Bali VX. Juga ada cabor dance sport yang beberapa hari lalu digelar di Gor Debes Tabanan.

Menariknya Tabanan sebagai tuan rumah yang mengirimkan sejumlah atletnya pada cabor dance sport akhirnya berhasil meraih dua medali emas.

Medali emas dari cabor dance sport ini merupakan sumbangan emas perdana bagi Tabanan dari sejumlah cabor yang diikuti pada Porprov Bali XV. Dari cabor dance sport sendiri dua emas, satu perak dan dua perunggu yang berhasil didapat oleh kontingen Tabanan.

Dua medali emas tersebut diantaranya diraih oleh Masayu Rista Devi dan Cira Kaynola Putri dalam kategori synchronize latin. Kemudian I Komang Krisna Widnyana dan Putu Anindia Pramdya Patni kategori FFA chocha U14. Sedangkan medali perak didapat oleh I Putu Ananda Raditna Pramana dan I Gusti Ayu Kade Santhi Devi Pratistha. 

Terakhir dua medali perunggu didapat oleh I Made Suartika dan Ni Made Siska Dwi Cahyani kategori FFA samba. Selanjutnya I Gede Ketut Dewangga Jala Parantapa dan I Gusti A. A Kirana Putri pada kategori FFA slow foxstrat. 

Ketua Pengkab IODI Tabanan Yuliani Kurniawati Hematang mengaku anak asuhnya yang mampu menyumbangkan dua medali emas dan perdana bagi Tabanan sesuai target. Namun malah mendapat tambahan medali lagi.   

“Kalau untuk target sudah sesuai rencana. Kami ingin lebih sebenarnya, tetapi kembali kepada usaha anak-anak yang bertandingm” ungkap Yuliani yang didampingi Ketua Panitia Porprov Bali untuk cabor dance sport Kadek Ayu Budhiartini. 

Raihan medali emas saat ini dikatakan Yuliani, atas kerja keras dan latihan anak asuhnya. Mulai dari latihan regular yang sudah lama. Kemudian menggejot latihan kembali untuk persiapan Porprov pada bulan September. 

Termasuk pula pihaknya melakukan training center (TC) pemusatan latihan yang hampir setiap satu minggu tiga empat kali TC dilakukan. “Bahkan kami lakukan karantina H- dua minggu kepada anak-anak,” ungkap perempuan berusia 47 tahun ini. 

Baca Juga: Australia Kalah Telak, Graham Arnold Akui Timnya Kalah Kualitas dari Prancis

Kendati anak asuhnya mampu menyumbang dua medali emas pada Porprov Bali tahun ini bagi Tabanan. Pihaknya berharap agar Koni Tabanan dan Pemkab Tabanan memberikan pembinaan yang lebih terutama pada cabor Iodi.

Mulai dari fasilitas, ketersedian sarana lainnya. Karena olahraga dance sport ini bukan lagi olahraga eksebisi. Iodi Ini sudah dipertandingkan di Sea Games. 

“Jadi mudah-mudahan medali yang kami berikan bisa membuka peluang kami dilirik kembali oleh Koni Tabanan dan Pemkab Tabanan dalam hal pembinaan. Hanya itu yang kami inginkan,” ucapnya.

Selain itu besar harapan pihaknya pula ada bonus diberikan bagi atlet seperti Porprov tiga tahun lalu. “Sehingga menambah semangat atlet kami untuk berprestasi kembali,” pungkasnya.  

Sementara itu Ketua Tim Kontingen Tabanan untuk Porprov Bali Mulyadi Djoyo Astowo  mengatakan sebenarnya untuk cabor dance sport pihaknya hanya mengirim empat atlet saja  yang dibiayai oleh Koni Tabanan. Karena keterbatasan anggaran. Sisa dari atlet Iodi lainnya pembiayaan mandiri. 

Memang dari cabor dance sport ini ditargetkan dua emas, namun malah mendapat tambahan medali lagi satu perak dan dua perunggu. 

“Ini sudah melebihi ekspektasi untuk cabor dance sport. Kami sangat apresiasi pencapaiannya,” kata pensiunan guru olahraga SMAN 1 Tabanan. 

Joyo menyebut bukan hanya cabor dance sport saja yang menyumbangkan medali melainkan cabor lainnya seperti karate medali perunggu, tarung drajat dengan delapan perunggu, motor cross dengan satu perak dan satu perunggu. 

“Baru itu saja kami raihan medali bagi kontingen Tabanan untuk sementara waktu. Namun cabor lain yang berpeluang. Seperti wushu, tinju, petanque, billiard dan atletik,” pungkasnya. ***

Load More