- Tokopedia luncurkan TokoClinic untuk konsultasi dan tebus obat online.
- Sistem resep digital bantu tekan risiko obat ilegal di platform digital.
- Pasar farmasi digital RI diproyeksi tembus Rp225 triliun pada 2030.
Suara.com - Tokopedia memperluas langkahnya di sektor kesehatan digital lewat layanan telemedicine TokoClinic by Tokopedia Farma. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjawab tantangan akses layanan kesehatan di Indonesia sekaligus mendorong transaksi obat online yang lebih aman dan terkontrol.
Melalui layanan tersebut, pengguna kini dapat berkonsultasi dengan dokter berlisensi, memperoleh resep digital, hingga membeli obat dari lebih dari 3.000 farmasi berlisensi mitra Tokopedia dalam satu aplikasi. Skema ini dinilai mampu memangkas hambatan akses kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan atau daerah dengan keterbatasan fasilitas medis.
Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo mengatakan integrasi layanan konsultasi dokter, resep digital, dan pembelian obat dilakukan untuk memastikan pengalaman belanja obat online menjadi lebih aman dan bertanggung jawab.
“Melalui TokoClinic, kami ingin memastikan pengalaman membeli obat online tidak hanya praktis, tetapi jauh lebih aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Langkah Tokopedia hadir di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan transaksi obat digital. Sepanjang 2025, BPOM RI menemukan 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal di platform digital. Kondisi tersebut memperlihatkan masih tingginya risiko peredaran obat tanpa pengawasan medis di ruang digital.
TokoClinic menghadirkan sistem resep digital terverifikasi yang memungkinkan dokter mengeluarkan resep langsung setelah konsultasi online. Mekanisme ini diharapkan dapat memastikan obat yang dibeli sesuai dengan kebutuhan pasien sekaligus mematuhi aturan distribusi obat daring.
Di sisi lain, potensi ekonomi sektor farmasi digital Indonesia juga terus membesar. Industri farmasi nasional diproyeksikan memiliki potensi pasar mencapai Rp225 triliun pada 2030 seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan percepatan transformasi digital di sektor medis.
Transformasi ini membuka peluang baru bagi perusahaan teknologi dan pelaku farmasi untuk membangun ekosistem kesehatan digital yang lebih modern, terintegrasi, dan mudah dijangkau masyarakat.
Tokopedia menilai layanan telemedicine juga dapat membantu mengurangi praktik swamedikasi yang masih marak terjadi di Indonesia. Dengan akses konsultasi yang lebih mudah dan cepat, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam penggunaan obat.
Baca Juga: Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
Mahesa Paranadipa Maikel menyebut telemedicine menjadi solusi penting bagi pasien non-darurat yang membutuhkan layanan kesehatan praktis tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Menurutnya, layanan kesehatan digital tetap harus mengedepankan keselamatan pasien, penggunaan obat yang bertanggung jawab, serta hak pasien dalam menentukan pengobatan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Kehadiran TokoClinic juga dinilai selaras dengan agenda transformasi digital kesehatan pemerintah, khususnya dalam memperluas akses layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar
-
ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit
-
ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana
-
Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana
-
Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini
-
Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker
-
Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja
-
Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja