Bisnis / Keuangan
Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB
Ilustrasi. Tokopedia memperluas langkahnya di sektor kesehatan digital lewat layanan telemedicine TokoClinic by Tokopedia Farma. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Tokopedia luncurkan TokoClinic untuk konsultasi dan tebus obat online.
  • Sistem resep digital bantu tekan risiko obat ilegal di platform digital.
  • Pasar farmasi digital RI diproyeksi tembus Rp225 triliun pada 2030.

Suara.com - Tokopedia memperluas langkahnya di sektor kesehatan digital lewat layanan telemedicine TokoClinic by Tokopedia Farma. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjawab tantangan akses layanan kesehatan di Indonesia sekaligus mendorong transaksi obat online yang lebih aman dan terkontrol.

Melalui layanan tersebut, pengguna kini dapat berkonsultasi dengan dokter berlisensi, memperoleh resep digital, hingga membeli obat dari lebih dari 3.000 farmasi berlisensi mitra Tokopedia dalam satu aplikasi. Skema ini dinilai mampu memangkas hambatan akses kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan atau daerah dengan keterbatasan fasilitas medis.

Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo mengatakan integrasi layanan konsultasi dokter, resep digital, dan pembelian obat dilakukan untuk memastikan pengalaman belanja obat online menjadi lebih aman dan bertanggung jawab.

“Melalui TokoClinic, kami ingin memastikan pengalaman membeli obat online tidak hanya praktis, tetapi jauh lebih aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Langkah Tokopedia hadir di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan transaksi obat digital. Sepanjang 2025, BPOM RI menemukan 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal di platform digital. Kondisi tersebut memperlihatkan masih tingginya risiko peredaran obat tanpa pengawasan medis di ruang digital.

TokoClinic menghadirkan sistem resep digital terverifikasi yang memungkinkan dokter mengeluarkan resep langsung setelah konsultasi online. Mekanisme ini diharapkan dapat memastikan obat yang dibeli sesuai dengan kebutuhan pasien sekaligus mematuhi aturan distribusi obat daring.

Di sisi lain, potensi ekonomi sektor farmasi digital Indonesia juga terus membesar. Industri farmasi nasional diproyeksikan memiliki potensi pasar mencapai Rp225 triliun pada 2030 seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan percepatan transformasi digital di sektor medis.

Transformasi ini membuka peluang baru bagi perusahaan teknologi dan pelaku farmasi untuk membangun ekosistem kesehatan digital yang lebih modern, terintegrasi, dan mudah dijangkau masyarakat.

Tokopedia menilai layanan telemedicine juga dapat membantu mengurangi praktik swamedikasi yang masih marak terjadi di Indonesia. Dengan akses konsultasi yang lebih mudah dan cepat, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam penggunaan obat.

Baca Juga: Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Mahesa Paranadipa Maikel menyebut telemedicine menjadi solusi penting bagi pasien non-darurat yang membutuhkan layanan kesehatan praktis tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Menurutnya, layanan kesehatan digital tetap harus mengedepankan keselamatan pasien, penggunaan obat yang bertanggung jawab, serta hak pasien dalam menentukan pengobatan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Kehadiran TokoClinic juga dinilai selaras dengan agenda transformasi digital kesehatan pemerintah, khususnya dalam memperluas akses layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi.

Load More