/
Jum'at, 25 November 2022 | 22:31 WIB
Ambu Anne Ratna ketika diwawancarai oleh Ivan Wirata Channel. (Kolase Youtube)

Suara Denpasar – Cukup mengejutkan publik ketika Ambu Anne Ratna Mustika memutuskan melayangkan gugatan cerai kepada suaminya Kang Dedi Mulyadi pada bulan September lalu. 

Pasalnya publik dan masyarakat Purwakarta khususnya mengira bahwa biduk rumah tangga keduanya dalam kondisi baik-baik saja. Tetapi malah mengalami masalah pelik.  

Meski demikian Ambu Anne Ratna yang sedang menggugat cerai suaminya mengaku bahwa dari sosok Dedi Mulyadi banyak pelajaran berharga yang dia dapat. 

Salah satunya jiwa sosial Kang DM panggilan Ambu Anne kepada Dedi Mulyadi. Kemudian gaya kepemimpinan yang turun langsung bertemu warga dan bersilatuhrahmi. 

Hal itu diungkapkan Ambu Anne Ratna ketika diwawancarai oleh Ivan Wirata Channel yang diunggah 31 Desember 2021 lalu di kanal YouTube miliknya dikutip oleh Suara Denpasar, Jumat (25/11). 

Ambu Anne Ratna menyebut suaminya Kang DM berangkat subuh pagi jam 3-4 keluar rumah, dicek pulangnya malah subuh lagi. 

“Kalau dulunya sebelum saya jadi Bupati anak saya yang ngurus, mah dulu selalu sama Ibunya. Ini sekarang Ibunya jadi Bupati, anak saya tinggal biarin sama bapak. Bapaknya juga gak pernah ada di rumah sibuk,” ungkap Ambu Anne Ratna .

Ivan Wirata lantas bertanya kepada Ambu Anne. Menurut Ibu sosok Kang Dedi Mulyadi dimata istri seperti apa sih kesehariannya. 

Ambu Anne pun lantas menjawab secara gamblang. “Seperti ini keseharian saya, begitu pula Kang DM. Saya ini melanjutkan dari apa yang dilakukan Kang DM sewaktu beliua menjabat Bupati Purwakarta 2 periode,” ucapnya.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Pandang Sebelah Mata Livy Renata, 'Lu Nggak Harus Dibilang, 'Lo Goblok ya?"

Ambu Anne mengaku pula sosok Kang DM kalau melaksanakan tugas all out, totalitas sekali. “Awal-awal saya kaget waktu itu pertama menikah. Pertama kali anak-anak masih kecil. Ini bapak atau ayahnya kok sibuk terus,” kata Ambu Anne Ratna.

Saking sibuk Kang DM diriya pun sempat protes, sayangnya tidak digubris. Namun perlahan irama dan kesibukkan Kang DM mulai dirinya pahami.  

Kang DM jiwanya sangat dekat dengan masyarakat. Jiwa sosial betul-betul seperti sudah ada dari seluruh diri Kang DM. 

“Makanya waktu itu saya memberikan ruang yang leluasa bagi Kang DM berinteraksi, bersosialisasi, bersilatuhramhi dengan masyarakat,” tuturnya.  

Alhamdullilah sampai sekarang kebiasaan itu masih diteruskan saya. Walaupun beliu sudah tidak menjadi sebagai Bupati Purwakarta. 

Mudah-mudahan menjadi inspirasi banyak orang. Untuk berbuat kebaikan supaya manfaatnya begitu besar bagi orang lain. 

Load More