/
Sabtu, 26 November 2022 | 10:08 WIB
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi (YouTube)

Suara Denpasar - Biduk rumah tangga Dedi Mulyadi, Anggota DPR RI dari Golkar diujung tanduk.

Gugatan perceraian yang dilayangkan Anne Ratna Mustika, sang istri yang juga Bupati Purwakarta kini memasuki tahap persidangan.

Namun demikian, Kang Dedi-panggilan Dedi Mulyadi berusaha tabah menghadapi badai kehidupan yang kini menerpa dirinya dan keluarga. 

Bukan hanya memasrahkan diri, tapi mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut kini berada di lokasi bencana gempa Cianjur guna membantu para korban.

Komitmen mengabdi kepada masyarakat ini sudah berulangkali diungkapkan ayah tiga anak tersebut.

Dia juga berpesan kepada Neng Anne, sebutan Anne Ratna Mustika sebagai seorang bupati harus lebih mementingkan kebutuhan mayarakat di banding urusan pribadi.

Dia mencontohkan banyak kesulitan yang dihadapi rakyat kini.

Dari usia muda harus menjual diri atau menjadi pekerja seks komersial untuk menyambung hidup. Ada juga yang malah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Pemimpin itu sudah tidak boleh lagi memikirkan dirinya. Pemimpin itu ditugaskan memikirkan rakyat,” kata Kang Dedi ketika memberikan komentar kepada awak media usai sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Purwakarta, Rabu 16 November 2022.

Untuk diketahui dalam sidang mediasi dengan Hakim Mediator Djulia Herjanara, Kang Dedi yang bertemu dengan Neng Anne hanya lima menit menjelaskan bahwa mediasi tidak gagal.

Baca Juga: 5 Hari Tak Diganti Dalaman, Kang Dedi Mulyadi Beri Bantuan Pakaian Dalam Untuk Ibu-Ibu

Sebab, untuk hak asuh anak diurus bersama begitu juga tidak ada jadwal waktunya. "Ketemu Nyi Hyang tidak boleh dibatasi," sebut dia.

Begitu halnya dengan tudingan Neng Anne yang menuding telah terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis yang dijawab Kang Dedi semuanya tidak masuk akal.

Sebab, Neng Anne tidak terlihat murung maupun kehilangan kepercayaan diri. Bahkan, kini terlihat lebih percaya diri.

"Ngomong kebutuhan apa sih yang kurang? Makan, minum, mobil, beras, baju difasilitasi oleh negara. Jadi sebenarnya anggaran rumah tangga bupati itu ada, artinya engga ada problem soal itu," paparnya. ***

Load More