Suara Denpasar - Biduk rumah tangga Dedi Mulyadi, Anggota DPR RI dari Golkar diujung tanduk.
Gugatan perceraian yang dilayangkan Anne Ratna Mustika, sang istri yang juga Bupati Purwakarta kini memasuki tahap persidangan.
Namun demikian, Kang Dedi-panggilan Dedi Mulyadi berusaha tabah menghadapi badai kehidupan yang kini menerpa dirinya dan keluarga.
Bukan hanya memasrahkan diri, tapi mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut kini berada di lokasi bencana gempa Cianjur guna membantu para korban.
Komitmen mengabdi kepada masyarakat ini sudah berulangkali diungkapkan ayah tiga anak tersebut.
Dia juga berpesan kepada Neng Anne, sebutan Anne Ratna Mustika sebagai seorang bupati harus lebih mementingkan kebutuhan mayarakat di banding urusan pribadi.
Dia mencontohkan banyak kesulitan yang dihadapi rakyat kini.
Dari usia muda harus menjual diri atau menjadi pekerja seks komersial untuk menyambung hidup. Ada juga yang malah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Pemimpin itu sudah tidak boleh lagi memikirkan dirinya. Pemimpin itu ditugaskan memikirkan rakyat,” kata Kang Dedi ketika memberikan komentar kepada awak media usai sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Purwakarta, Rabu 16 November 2022.
Untuk diketahui dalam sidang mediasi dengan Hakim Mediator Djulia Herjanara, Kang Dedi yang bertemu dengan Neng Anne hanya lima menit menjelaskan bahwa mediasi tidak gagal.
Baca Juga: 5 Hari Tak Diganti Dalaman, Kang Dedi Mulyadi Beri Bantuan Pakaian Dalam Untuk Ibu-Ibu
Sebab, untuk hak asuh anak diurus bersama begitu juga tidak ada jadwal waktunya. "Ketemu Nyi Hyang tidak boleh dibatasi," sebut dia.
Begitu halnya dengan tudingan Neng Anne yang menuding telah terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis yang dijawab Kang Dedi semuanya tidak masuk akal.
Sebab, Neng Anne tidak terlihat murung maupun kehilangan kepercayaan diri. Bahkan, kini terlihat lebih percaya diri.
"Ngomong kebutuhan apa sih yang kurang? Makan, minum, mobil, beras, baju difasilitasi oleh negara. Jadi sebenarnya anggaran rumah tangga bupati itu ada, artinya engga ada problem soal itu," paparnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan
-
Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
-
Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia
-
Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi
-
Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam
-
Desa Adat Sade Dilalap Api, Bantuan Rp200 Juta Datang Saat Warga Mengais Puing
-
Gandeng Menteri PKP, Bupati Rudy Susmanto Akselerasi Pengentasan Pemukiman Kumuh di Bogor
-
Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global