- Sekitar 300 relawan mengumpulkan 885 kilogram sampah dari tiga lokasi wisata alam di delienasi IKN.
- Aksi bersih-bersih ini dilaksanakan serentak dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari.
- Kegiatan ini juga mendukung arahan Presiden terkait gerakan ASRI, menjaga lingkungan sekitar destinasi wisata IKN.
Suara.com - Aksi nyata menjaga lingkungan ditunjukkan ratusan relawan di kawasan wisata alam delienasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Sedikitnya 885 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dari tiga destinasi wisata alam yang berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 300 relawan lintas instansi dan masyarakat yang turun langsung membersihkan kawasan Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, dan Batu Dinding. Aksi tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari.
"Bersih-bersih sampah dilaksanakan memaknai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari," ujar Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, Senin, di Sepaku, Penajam Paser Utara, seperti dikutip dari Antara, Senin.
Selain memperingati HPSN, kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo terkait gerakan ASRI yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kawasan wisata alam yang dibersihkan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan di IKN.
Bersih-bersih sampah dilakukan serentak di tiga titik kawasan wisata alam di wilayah delienasi IKN, lanjut dia, yakni Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, dan Batu Dinding juga menjalankan Instruksi Presiden Prabowo untuk gerakan ASRI bersama masyarakat.
Ratusan relawan yang terlibat berasal dari berbagai unsur, mulai dari Otorita IKN, masyarakat setempat, kelompok sadar wisata, Bank Indonesia, PT ITCI Hutani Manunggal, ASN Kementerian Kesehatan, hingga Grup 4 Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan.
"Kolaborasi lintas sektor mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan hidup,," jelasnya.
Dari total 885 kilogram sampah yang terkumpul, mayoritas berasal dari kawasan Air Terjun Tembinus dengan jumlah mencapai 585 kilogram. Sementara itu, di Gunung Parung terkumpul 165 kilogram sampah dan di kawasan Batu Dinding sebanyak 135 kilogram. Jenis sampah yang diangkut terdiri dari sampah organik, anorganik, serta residu yang tidak dapat diolah.
Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan kawasan wisata, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pengunjung agar menerapkan pola berwisata yang bertanggung jawab. Diharapkan, upaya tersebut dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan kualitas lingkungan sebagai bagian dari pembangunan IKN yang berkelanjutan.
Baca Juga: 6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
Bersih-bersih sampah memberikan manfaat ekologis melalui pengurangan sampah di kawasan wisata, kata dia, serta memperkuat kolaborasi dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sebagai bagian dari pembangunan IKN berkelanjutan.
Kegiatan bersih-bersih juga sebagai edukasi cara berwisata yang bertanggung jawab, demikian Myrna Asnawati Safitri.
Berita Terkait
-
6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
-
Bank Indonesia Selidiki Cacahan Uang Rupiah yang Dibuang di TPS Liar Bekasi
-
Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
-
Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo
-
Timbunan Sampah Capai 189 Ribu Ton Per Hari, Pemerintah Dorong Program Waste to Energy
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?