/
Rabu, 30 November 2022 | 12:31 WIB
Kang Dedi Mulyadi dan tukang sate maranggi Si Bungsu bicara soal perdukunan. (Youtube Lembur Pakuan Channel)

Suara Denpasar – Meski kerap menunjukkan keberpihakan terhadap kearifan lokal, Kang Dedi Mulyadi ternyata punya sikap tegas terhadap perdukunan. Dia tak percaya perdukunan atas nama budaya atau pun agama. Hal ini sama dengan sikap Marcel Radhival alias Pesulap Merah.

Pernyataan Kang Dedi ini disampaikan melalui kanal Youtube Lembur Pakuan Channel, Minggu (27/11/2022), awalnya dia berbincang-bincang dengan mantan pekerja seks komersial (PSK) Cilodong yang asal Cikadu, Kecamatan Cibatu, Purwakarta.

Dia didapingi sejumlah orang, di antaranya camat dan sekcam Engkos. Di tengah percakapan tersebut, ada juga pasangan suami istri (pasutri) pedagang sate maranggi. Pasutri ini adalah pedagang sate dengan nama warung Si Bungsu.

“Ini teh tukang sate yang sudah berhasil. Namanya sate Si Bungsu,” kata Kang Dedi dikutip Suara Denpasar, Rabu (30/11/2022).

Kang Dedi salut dengan tukang sate langganannya ini. Pedagang sate ini cukup berhasil. Sehari penghasilannya Rp5 juta, atau sekitar 150 juta per bulan. 

Kang Dedi sempat menanyakan apakah pedagang sate ini mau meneria karyawan, misalnya Neng mantan PSK asal Cikadu ini. Diketahui, Neng mantan PSK ini baru saja dikeluarkan Kang Dedi dari warung remang-remang Cilodong.

Kang Dedi sedang membina Neng mantan PSK agar kembali hidup normal di masyarakat, meninggalkan pekerjaan PSK yang sudah dilakoni sejak usia 14 tahun itu.

“Tadi saya ngomong sama si Aa-nya. Nih saya punya binaan, andai kata suatu saat binaan saya ini sudah sholehah banget, mau kerja di tempat sate mau gak nerima?” tanya Kang Dedi.

Si suami tukang sate tidak menjawab. Dia menunjuk ke istrinya. 

Baca Juga: Joe Biden Tiba di Bali, Netizen Suruh Makan Sate Pan Bingin dan Tanya Mana Vladimir Putin

“Mangga (silakan),” kata sang istri tukang sate.

“Tuh, Neng, udah bisa. Artinya, pekerjaan Eneng sudah di depan mata,” kata Kang Dedi.

Kang Dedi pun mengatakan, tukang sate ini dulunya juga susah. Berkat keuletan, akhirnya sukses.

“Ini orang yang susah ya, sebelumnya susah ya?” tanya Kang Dedi.

“Susah,”” kat istri tukang sate.

“Sekarang?” tanya Kang Dedi Mulyadi.

Load More