/
Rabu, 30 November 2022 | 12:31 WIB
Kang Dedi Mulyadi dan tukang sate maranggi Si Bungsu bicara soal perdukunan. (Youtube Lembur Pakuan Channel)

“Alhamdulillah,” jelasnya.

Kang Dedi juga mengingatkan, kalau Kang Dedi posting sate maranggi Si Bungsu, pelanggan yang datang ramai. Dia pun mengatakan, kalau berdagang ingin laku, datang lah ke orang yang tepat.

“Jadi kalau Anda dagang pengen laku datang nih pananyaan (tempat bertanya). Bener gak? Iya dong. Dagang pengen laku, datang ke saya,” kata Kang Dedi.

Kang Dedi pun mengatakan, kalau datang ke dirinya, bukan dijampi-jampi layaknya dukun. Kalau pun dia bakar menyan atau dupa, itu bukan untuk mengundang jurik (hantu). Katanya, dia membakar menyan atau dupa itu hanya untuk pengharum ruangan.

“Itu ilmiah. Nah saya mah nggak percaya sama perdukunan atas nama apapun, mau atas nama budaya, mau atas nama agama saya tidak percaya gitu,” jelas mantan ketua HMI Cabang Purwakarta dan wakil ketua PCNU Purwakarta ini.

Kang Dedi mengatakan, berdagang itu pakai rasio atau akal. Seperti berdagang sate, itu harus konsisten, tepat waktu bukanya, pelayanannya jangan lama, rasanya tidak boleh berubah, harus ramah, kebersihannya harus dijaga. (*)

Load More