/
Rabu, 30 November 2022 | 22:00 WIB
Video seorang nenek menangis histeris, lantaran tanaman jagung miliknya rusak terlindas oleh pengendara motor trail. (Instagram)

Suara Denpasar - Beredar sebuah video seorang nenek menangis histeris, lantaran tanaman jagung miliknya rusak terlindas oleh pengendara motor trail.

Dalam video berdurasi 53 detik itu, terlihat beberapa pengendara sepeda motor trail.

Video yang diunggah akun kpwaonephitue pada Senin, 28 November 2022 di platform Tiktok itu pun banjir komentar negatif terhadap para pengendara motor trail

Di dalam video, terdengar pula suara pria yang merekam kejadian tersebut memohon kepada panitia terkait persoalan tersebut.

Video tersebut pun langsung dibanjiri komentar netizen. Mereka mengingatkan bahwa tanaman yang ditanam para petani sudah dianggap sebagai keluarga.

"Bagi para petani dan pekebun. Tanaman yg mereka tanam ibarat anak mereka sendiri. Mereka rawat dari kecil sampai tumbuh jadi besar. Hasil dari mereka rawat di gunakan untuk keperluan mereka. Harusnya yg suka mengadakan hobi kayak gini berpikir pengaruhnya gimana dampak nya. Pihak penyelenggara juga harus punya Safety First nya!! Bisa di pagari atau di bikin jalur kusus utk pembalap motor nya," kata akun samuelar.

"Tolong share ke pelaku!!! Mereka cari makan dengan menanam,kalian cari hiburan tapi bikin orang lain nangis! Tanggung jawab," tulis mellemuuu.

"Hmm,,,mereka lewat perkampungan juga ga ada sopan2nya, gerung2 motor pdhl ada yg nongkrong yg sepuh2, seenggaknya punten kek apa kek," kata herlinnarosid.

Usai video ini viral, akun adrielruliff pun meluruskan jika hal ini sudah berujung pada damai.

Baca Juga: Tidak Mencerminkan Muslim, Joget Pargoy Diharamkan oleh MUI Jember

"Izin meluruskan teman teman, saat ini sudah damai antara panitia dan pihak dari ibu tersebut dan pihak panitia juga sudah mengganti secara materil. Dan setiap ada event seperti ini panitia pasti sudah mengalokasikan dana untuk hal seperti ini karena memang itu tanggung jawab panitia acara, terima kasih,". (*)

Load More