/
Jum'at, 02 Desember 2022 | 10:17 WIB
Tangkapan layar video Tiktok (@kayeeesss_)

Suara Denpasar - Sebuah video dari seorang wanita viral di sosial media setelah mengaku batal menikah menjelang  H-3 pernikahan.

Padahal semua persiapan pernikahan sudah dilakukan mulai dari fitting baju, foto prewedding, undangan, seragam bridesmaid, hingga ziarah ke makam leluhurnya.

Kisah ini dibagikan melalui akun TikTok @kayeeesss_  yang kemudian menjadi viral. Sosok perempuan itu mengaku bahwa pihak calon mempelai pria membatalkan pernikahan dan kemudian menikah dengan wanita yang sudah disiapkan orangtuanya.

“3 hari sebelum pernikahan dapat kabar kalau dia nikah sama perempuan lain yang disiapin ortunya. Langsung urus berkas pembatalan pernikahan,” katanya, dikutip Suaradenpasar.com dari akun TikTok @kayeeesss_, Jumat (2/12/22).

“Undangan yg disebar nama aku, undangan yg disebar foto aku, tapi begitu hari H pengantinnya bukan aku.”

“Sebaik baiknya rencana manusia Allah punya kehendak yang lebih baik,” tambahnya.

Dalam video itu, ia pun kemudian membakar semua undangan yang sudah disiapkan.

Namun pria yang memutuskan membatalkan pernikahan dengan wanita tersebut kemudian memberi klarifikasi lewat akun @Ryandono. Ia mengaku jika kekasihnya tersebut meminta mahar berupa sertifikat rumah sehingga akhirnya harus memutuskan untuk membatalkan pernikahan secara dadakan.

“Aku sama dia gak ada masalah apa-apa, gak ada sama sekali, cuman ada kesalahpahaman kayanya di orangtua dia. Kayanya orang tua si perempuan itu menekan sekali kepada perempuannya.” katanya di hari yang sama.

Baca Juga: Makin Panas! Denise Chariesta Tantang Uya Kuya Bongkar Soal Percakapannya dengan RD

“Kita chatan magrib gak ada apa-apa, setengah 8 kenapa dia tiba-tiba nge-chat minta mahar sertifikat rumah, itu cuman gitu aja,” tambahnya.

Kemudian dalam unggahan terbaru di akun TikTok nya, Ryan Dono memberi klarifikasi terkait sosok mempelai wanita yang disebutkan sebagai pengganti di hari pernikahan.

Hal ini dijelaskan oleh ibu dari pihak laki-laki, ia menuturkan jika hal tersebut merupakan opsi yang dibuat secara dadakan untuk menghindari pertanyaan dari para tamu undangan.

“Guna maksud tujuan bukan untuk membohongi adanya pengantin tersebut di pelaminan biar tidak banyak tanya, otomatis kalau udah nanya kenapa dan seperti apa dan bagaimana karena kalau ada pihak perempuan InsyaAllah akan tercover lah untuk pertanyaan-pertanyaan seperti itu, maksudnya,” katanya.

“Kalau sudah ditanya seperti itu, otomatis kan harus jawab jujur karena kan menyangkut dengan aib perempuan juga sebetulnya,” ujarnya. (*)

Load More