Suara Denpasar - Kasus pembunuhan dengan korban I Gusti Agung Mirah Agung yang dilakukan pacarnya sendiri.
Yakni Nova Sandi Prasetya dibantu seorang kawannya yang bernama Rahman akhirnya direkonstruksi Polda Bali, Jumat (2/12/2022).
Terungkap dalam rekonstruksi bahwa kasus tersebut berawal dari niat Prasetya untuk mengambil barang milik korban berupa 1 (satu) unit Mobil merk Honda Brio warna Hitam Satya E CVT warna hitam mutiara.
Diawali dengan menghubungi Ewek soal harga mobil jika dijual dan dijawab Rp 45 juta. Sedangkan oleh makelar bernama Gogon diharga Rp 40 juta.
Tergiur uang berlimpah, Prasetya menghubungi temannya sebagai eksekutor. Rahman, sang eksekutor datang ke Bali pada tanggal 19 Agustus 2022.
Awalnya Prasetya ingin mengeksekusi korban dengan memberikan obat tidur namun ditolak oleh Rahman.
Kemudian disepakati cara lain dengan membeli lakban dengan perencanaan ketika menemukan tempat sepi korban akan di ikat kemudian ditinggalkan lalu membawa pergi mobil korban.
Bahwa pada tanggal 21 Agustus 2022 setelah semua perencanaan di siapkan dan tersangka Prasetya dan tersangka Rahman menunggu kedatangan korban, korban kembali menyampaikan bahwa tidak ingin keluar, sehingga dengan adanya penyampaian tersebut tersangka Prasetya kembali membujuk korban dengan mengatakan jika nanti akan diberikan uang Rp 200 ribu untuk bensin, dengan adanya bujukan tersebut korban menyetujuinya.
Sekira pukul 12.00 Wita korban menyampaikan kepada tersangka Prasetya bahwa korban sudah ada di depan gang, dan langsung disamperin kedua tersangka.
Baca Juga: Perihal Sita Jaminan Kasus Gereja Maranatha Denpasar, Kuasa Hukum Terpidana Nyatakan Keberatan
Mereka bertiga akhirnya berkeliling sekitar Sukawati.
Nah saat tempat sepi dan masih di dalam mobil, Rahman tiba-tiba dari posisi tempat duduk belakang menutup mulut korban menggunakan tangan kanan lalu tangan kiri berada pada leher bagian kiri kemudian menarik kebelakang dibagian sela-sela jok mobil. Tak berhenti sampai di sanak, tersangka juga mencekik korban.
Kemudian karena korban memberontak dan menjerit, lalu tas slempang warna htam milik tersangka Rahman terjatuh karena lepas kancingannya dilantai mobil, kemudian diambil dan digunakan untuk mengikat leher korban dimana kepala bagian belakang korban ditahan dengan lutut kananya sampai korban lemas dan tidak bernafas.
Selanjutnya jasad korban pun dibuang di dekat selokan Jalan Denpasar sampai Gilimanuk Br. Sumbersari Desa Melaya Kec. Melaya Kab. Jembrana. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan