Suara Denpasar - Gugatan cerainya Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika kepada suaminya masih berlanjut di Pengadilan Agama setempat dan kini dalam tahapan mediasi.
Ambu Anne melayangkan gugatan cerai pada Dedi Mulyadi yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar.
Pada sebuah kesempatan, Ambu Anne menyebutkan bahwa salah satu alasan dia menggugat Kang Dedi karena menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) non fisik.
Wanita kelahiran 1982 ini menyebut bawa Kang Dedi Mulyadi kerap berkata kasar, sehingga hal itu berdampak pada psikologis Ambu Anne.
"KDRT secara psikologis. Ucapan yang kasar. Itu berdampak terhadap psikologi saya," kata Ambu Anne beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Dedi Mulyadi yang juga mantan Bupati Purwakarta 2 periode, menepis tuduhan itu dengan mudah dengan hanya menyebutkan 3 poin saja.
"Ngomong KDRT psikologi, di undang undang itu kan jelas," kata Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram @insta_julid, Sabtu (3/12/2022).
Menurutnya, ada tiga tanda wanita yang menjadi korban KDRT psikologis.
"Satu, murung secara terus menerus. Kedua, kehilangan kepercayaan diri. Ketiga, tidak bisa mengambil keputusan," ulasnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Siak Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ciduk Oknum Ustaz Cabuli Siswi MTs
Kemudian, Kang Dedi bertanya balik kepada wartawan apakah ketiga tanda itu ada pada diri Ambu Anne saat ini.
"Menurut saya terbalik. Hari ini Ambu sebagai bupati sangat PeDe (Percaya Diri)," sindir Dedi Mulyadi.
Di masa gugatan cerai berlangsung, Ambu Anne memang tetap bekerja sebagai Bupati Purwakarta.
Dia kerap mengunggah kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan di Instagram @anneratna82.
Tampak dalam unggahan -unggahannya itu, Ambu Anne sangat ceria. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum