Suara Denpasar - Diduga telah membawa kabur duit puluhan miliar milik PT Golden Dewata atau tepatnya Rp 89.824.516.520. Dua warga negara asing (WNA) akhirnya masuk daftar pencarian orang atau DPO Polda Bali.
Keduanya adalah Mohammed Shaheen Shah Bin Mohd Sidek alias Datuk Seri Mohd Shaheen, 48, bersama Chief Executive Officer (CEO) Ri-Yaz Development yakni Kieran Chris Healey, 56.
Daftar wanted atau red notice itu bukan hanya tersebar di seluruh kepolisian di Indonesia. Tapi juga sampai di kepolisian Diraja Malaysia. Bukan hanya itu, Polda Bali juga bersurat ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.
"Kami pastinya telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Kepolisian Negara Republik Indonesia atau disingkat Divhubinter Polri," terang Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Surawan melalui Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali Arjun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Endang Tri Purwanto, Sabtu (3/12/2022).
Prosedur itu dilakukan karena ada warga Malaysia yang masuk dalam Wanted Polda Bali terkait dugaan Tindak Pidana Penipuan Dalam Jabatan, dan atau Penipuan juga Penggelapan, sebagai mana dimaksud dalam pasal 374 KUHP atau 378 KUHP dan 372 KUHP.
Tentunya disertakan dengan data, foto, identitas, termasuk ciri-ciri. Seperti, WNA Malaysia, memiliki tinggi badan 178 cm, berat badan 70 kg, rambut bergelombang, tapi menjadi lurus kalau pakai minyak rambut.
Lalu memiliki mata berwarna cokelat dengan kulit kuning langsat. Bentuk wajah oval, hidung mancung, sering berpakaian lengan panjang dan memakai jas.
Pria itu memiliki cara berjalan pelan karena lututnya pernah dioperasi tahun 2010. Sementara itu ciri-ciri dari lelaki Inggris, tinggi badan 185 cm, berat badan sekitar 100 kg, rambut berwarna putih atau beruban.
Memiliki kebotakan di bagian kepala atas, perut buncit, mata berwarna biru, kulit putih, bentuk wajah bulat dan hidung mancung.
Baca Juga: Wanted! Datuk Seri Mohd Shaheen, Warga Malaysia Bawa Kabur Ratusan Miliar
Cara berjalan pelan karena nafasnya terengah-engah dan kondisi medis ada sakit jantung. "Pihak Hubinter sementara koordinasi, kamu tunggu kabar dan perintah," imbuhnya.
Untuk diketahui, Polda Bali akhirnya mengeluarkan surat DPO Selasa 22 November 2022, setelah serangkaian penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara Standar Operasional Prosedur (SOP).
Di antaranya, Nomor DPO/ 23/ XI/ 2022/ Ditreskrimum terhadap pemilik pasport A502351XX atas nama Mohammed Shaheen Shah Bin Mohd Sidek. Dan, Nomor DPO/ 24/ XI/ 2022/ Ditreskrimum terhadap pemegang pasport 5642985XX bernama Kieran Chris Healey. Stayus Red Notice untuk bos dan CEO Ri-Yaz Grup. ***
Tag
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan
-
Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung