Suara Denpasar - Founding father Ri-Yaz Group asal Malaysia bernama Mohammed Shaheen Shah Bin Mohd Sidek alias Datuk Seri Mohd Shaheen, 48, masuk wanted list atau daftar pencarian orang (DPO) Polda Bali.
Dia juga masuk red notice karena kasus penipuan yang diduga membuat korban mengalami kerugian ratusan miliar.
Datuk Seri Mohd Shahee tak sendiri masuk DPO. Ada juga Chief Executive Officer (CEO) yakni Kieran Chris Healey, 56, asal Inggris.
Alhasil, dua lembar surat dikeluarkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali, untuk diawasi atau dimintai keterangan atau diserahkan ke penyidik.
Nomor DPO/ 23/ XI/ 2022/ Ditreskrimum terhadap pemilik pasport A502351XX atas nama Mohammed Shaheen Shah Bin Mohd Sidek. Dan Nomor DPO/ 24/ XI/ 2022/ Ditreskrimum terhadap pemegang pasport 5642985XX bernama Kieran Chris Healey.
Lelaki asal negeri Jiran dan anak buahnya diancam pasal berlapis, yakni penipuan dalam jabatan, atau penipuan dan penggelapan, sebagai mana dimaksud dalam pasal 374 KUHP atau 378 KUHP dan 372 KUHP.
Untuk diketahui Ri-Yaz Grup yang merupakan sebuah perusahaan manajemen hotel dengan layanan lengkap, dan mengawasi pengoperasian kumpulan resort unggulan di Malaysia dan sejumlah negara lain, bersama Chief Executive Officer (CEO) Ri-Yaz Developmen, dikeluarkan Polda Bali, Selasa 22 November 2022.
Lembaran DPO yang terdapat salah satu orang terpenting di Malaysia, diketahui lihai di bidang properti bintang lima dan terpercaya dalam mengelola aset perhotelan, berasal dari Ipoh, Perak, buntut dari laporan bernama Andi, Kamis 20 Oktober 2022.
Andi dihubungi via telpon mengaku berstatus direktur di salah satu perusahaan yang ikut tanam saham di salah satu hotel ternama di Badung, yang dikelola Managemen Ri-Yaz Hotels & Resort INC.
Karena beberapa tahun belakangan tidak mendapatkan keuntungan, maka dilakukanlah audit.
“Penggunaan keuangan milik hotel tidak sesuai dengan Managemen Agreement sejak 2017. Kerugian yang kami alami hampir mencapai ratusan miliar,” ucap Andi.
Juga ditemukan bukti bahwa pihak Management Ri-Yaz Hotels & Resort memindahkan dana ratusan miliran rupiah ke beberapa rekening bank lain diduga milik proyek Ri- Yaz I-Grup di Luar Negeri.
Dari berbagai bukti yang ditemukan, akal bulus bos Ri-Yaz Assrts SDN.BHD yang terpusat di Malaysia ini, dibantu oleh WNA berkewarganegaraan Inggris bernama Kieran Chris Healey, yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Ri-Yaz Development.
“Saya laporkan dua orang tersebut pada Kamis 20 Oktober 2022 disertakan sejumlah bukti. Kasus ini, kami serahkan penuh ke pihak berwajib,” papar dia.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Surawan melalui Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali Arjun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Endang Tri Purwanto membenarkan adanya laporan tersebut.
“Ya, dua kali memberikan undangan terkait penyelidikan. Karena tidak hadir, penyidik kembali mengirimkan panggilan sebanyak dua kali terkait penyidikan, lagi-lagi keduanya tak kunjung datang sebagai saksi,” ungkap AKBP Endang Tri Purwantom.
Status mereka yang awalnya hanya undangan, lalu sebagai saksi, kemudian ditingkatkan jadi tersangka melalui gelar perkara dilakukan penyidik.
Setelah itu keluarkan surat perintah penangkapan. Tim Resmob Polda Bali sudah mendatangi alamatnya, namun pihak perusahan mengaku bahwa keduanya sudah tidak ada di sana. Oleh karena itu, keluarlah surat Daftar Pencarian Orang (DPO) alias Wanted List. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Dari Rp150 ke Rp17.000: Menelusuri Sejarah Kenaikan Harga BBM dari Era Soekarno hingga Prabowo
-
Modal Sapu dan Hanger, Pelarian 10 Bulan Otak Pembobol Rumah di Bandar Lampung Berakhir
-
Mengapa Revolusi Tidak Lahir dari Tagar
-
Bukan Cuma Putih, Ini 5 Warna Kamar Mandi yang Bawa Rezeki dan Energi Positif Versi Feng Shui
-
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
-
Oli Motor Makin Boros di Tengah Kenaikan Harga, Benarkah Tanda Harus Turun Mesin?
-
Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global