/
Selasa, 29 November 2022 | 17:29 WIB
WANTED: Lembaran surat DPO terhadap pebisnis ternama di Malaysia, pendiri sekaligus direktur pelaksana Ri-Yaz Group yakni Dato Mohammed Shaheen, 48, dan anak buahnya (CEO) Ri-Yaz Developmen bernama Ki (Istimewa)

Suara Denpasar - Founding father Ri-Yaz Group asal Malaysia bernama Mohammed Shaheen Shah Bin Mohd Sidek alias Datuk Seri Mohd Shaheen, 48, masuk wanted list atau daftar pencarian orang (DPO) Polda Bali.

Dia juga masuk red notice karena kasus penipuan yang diduga membuat korban mengalami kerugian ratusan miliar.

Datuk Seri Mohd Shahee tak sendiri masuk DPO. Ada juga Chief Executive Officer (CEO) yakni Kieran Chris Healey, 56, asal Inggris.

Alhasil, dua lembar surat dikeluarkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali, untuk diawasi atau dimintai keterangan atau diserahkan ke penyidik. 

Nomor DPO/ 23/ XI/ 2022/ Ditreskrimum terhadap pemilik pasport A502351XX atas nama Mohammed Shaheen Shah Bin Mohd Sidek. Dan Nomor DPO/ 24/ XI/ 2022/ Ditreskrimum terhadap pemegang pasport 5642985XX bernama Kieran Chris Healey. 

Lelaki asal negeri Jiran dan anak buahnya diancam pasal berlapis, yakni penipuan dalam jabatan, atau penipuan dan penggelapan, sebagai mana dimaksud dalam pasal 374 KUHP atau 378 KUHP dan 372 KUHP. 

Untuk diketahui Ri-Yaz Grup yang merupakan sebuah perusahaan manajemen hotel dengan layanan lengkap, dan mengawasi pengoperasian kumpulan resort unggulan di Malaysia dan sejumlah negara lain, bersama Chief Executive Officer (CEO) Ri-Yaz Developmen, dikeluarkan Polda Bali, Selasa 22 November 2022. 

Lembaran DPO yang terdapat salah satu orang terpenting di Malaysia, diketahui lihai di bidang properti bintang lima dan terpercaya dalam mengelola aset perhotelan, berasal dari Ipoh, Perak, buntut dari laporan bernama Andi, Kamis 20 Oktober 2022. 

Andi dihubungi via telpon mengaku berstatus direktur di salah satu perusahaan yang ikut tanam saham di salah satu hotel ternama di Badung, yang dikelola Managemen Ri-Yaz Hotels & Resort INC.

Baca Juga: Lagi, Wartawan Suara Denpasar Sumbang Medali untuk Kontingen PWI Bali: Puputan Raih Satu Emas dan Perak

Karena beberapa tahun belakangan tidak mendapatkan keuntungan, maka dilakukanlah audit.  

“Penggunaan keuangan milik hotel tidak sesuai dengan Managemen Agreement sejak 2017. Kerugian yang kami alami hampir mencapai ratusan miliar,” ucap Andi. 

Juga ditemukan bukti bahwa pihak Management Ri-Yaz Hotels & Resort  memindahkan dana ratusan miliran rupiah ke beberapa rekening bank lain diduga milik proyek Ri- Yaz I-Grup di Luar Negeri.

Dari berbagai bukti yang ditemukan, akal bulus bos Ri-Yaz Assrts SDN.BHD yang terpusat di Malaysia ini, dibantu oleh WNA berkewarganegaraan Inggris bernama Kieran Chris Healey, yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Ri-Yaz Development.

“Saya laporkan dua orang tersebut pada Kamis 20 Oktober 2022 disertakan sejumlah bukti. Kasus ini, kami serahkan penuh ke pihak berwajib,” papar dia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Surawan melalui Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali Arjun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Endang Tri Purwanto membenarkan adanya laporan tersebut.

Load More