Suara Denpasar - Wanita yang akrab disapa Ambu Anne, yakni Bupati Purwakarta sampai saat ini masih saja berseteru dengan suaminya, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi.
Bupati yang mempunyai nama lengkap Anne Ratna Mustika itu menggugat cerai Dedi Mulyadi dengan alasan dirinya kerap tak diberi nafkah oleh suaminya itu.
Selain alasan tersebut, Ambu Anne juga mengaku bahwa dirinya kerap menerima KDRT secara psikologi.
Akan tetapi, Kang Dedi tidak mengiyakan alasan tersebut. Dirinya menepis alasan dirinya digugat cerai oleh Ambu Anne.
Bahkan, Kang Dedi mengaku bahwa sikap Ambu Anne tak sama dengan ciri seorang istri yang sedang mengalami KDRT psikologi menurut undang-undang.
Ia menyebutkan salah satu ciri seorang istri mengalami KDRT psikologi yakni tidak ada kepercayaan diri.
Namun, menurut Kang Dedi, sikap Ambu Anne sangat bertolak belakang dengan hal tersebut.
"Menurut saya Ambu Anne sebagai bupati saat ini PD (percaya diri)," ucap Kang Dedi.
Sementara itu, bak telah ikhlas dirinya digugat cerai oleh Anne Ratna Mustika, Kang Dedi sempat mengatakan bahwa dirinya harus menerima keadaan.
Baca Juga: Drama Pengesahan RKUHP: Puan Tak Hadir, Pimpinan DPR Disebut Diktator
"Ya hidup harus dijalani dengan tenang dan lapang dada dan kita harus menerima apapun dalam hidup ini, sudah kehendak Allah," katanya.
"Kita nggak boleh nolak, karena suatu peristiwa pasti ada hikmahnya pada suatu saat," sambungnya.
Lebih lanjut, Kang Dedi memberikan perumpamaan dalam kehidupan.
"Hari ini kita menangis, besok bisa jadi kita tertawa bahagia," tuturnya.
"Hari ini kita tertawa bahagia, bisa jadi kita besok menangis," tukasnya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ruang Ganti Real Madrid Memanas, Valverde dan Tchouameni Dikabarkan Baku Hantam
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan