- Badan Pusat Statistik mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 mencapai 5,11 persen didorong konsumsi rumah tangga dan investasi.
- Konsumsi rumah tangga menyumbang kontribusi terbesar PDB sebesar 53,88 persen, didukung sektor restoran dan hotel yang melonjak.
- Industri pengolahan menjadi penopang utama lapangan usaha dengan pertumbuhan 5,30 persen, didukung peningkatan produksi komoditas ekspor.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pencapaian ini menegaskan resiliensi ekonomi nasional yang tetap terjaga di tengah dinamika global, dengan motor penggerak utama berasal dari sektor konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
Secara akumulatif, gabungan kontribusi konsumsi dan investasi tersebut mendominasi struktur ekonomi Indonesia dengan porsi mencapai 82,65 persen dari sisi pengeluaran.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa penguatan ekonomi ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang mendorong aktivitas ekonomi di berbagai lini.
Konsumsi Rumah Tangga: Komponen ini menyumbang porsi terbesar terhadap PDB, yakni 53,88 persen, dan berkontribusi 2,62 persen pada pertumbuhan nasional. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor restoran dan hotel yang melonjak 6,38 persen, didorong oleh gairah pariwisata saat momentum libur panjang.
Investasi (PMTB): Tumbuh 5,09 persen dengan kontribusi 1,58 persen. Menariknya, subkomponen mesin dan perlengkapan mengalami lonjakan tajam hingga 17,99 persen. Hal ini sejalan dengan peningkatan impor barang modal dan penguatan industri permesinan di dalam negeri.
Kinerja Ekspor: Sektor ekspor tumbuh 7,03 persen, memberikan sumbangsih 0,74 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Produk nonmigas seperti minyak nabati (CPO), besi, baja, hingga otomotif menjadi komoditas unggulan yang mencatatkan kenaikan volume pengiriman ke luar negeri.
Pada tahun 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp23.821,1 triliun, sementara atas dasar harga konstan berada di angka Rp13.580,5 triliun.
Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Lapangan Usaha
Baca Juga: Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
Dilihat dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi pertumbuhan tertinggi sebesar 1,07 persen (tumbuh 5,30 persen yoy).
Performa ini didorong oleh membaiknya produksi komoditas ekspor seperti logam dasar dan pengolahan kelapa sawit.
Sektor lainnya yang menunjukkan performa impresif adalah:
Perdagangan: Tumbuh 5,49 persen dengan kontribusi 0,72 persen.
Pertanian: Mencatatkan pertumbuhan 5,33 persen, ditopang oleh peningkatan hasil tanaman pangan, sektor peternakan, serta perikanan.
Catatan Kuartal IV dan Distribusi Regional
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat
-
Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya
-
Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah
-
Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Setoran Freeport ke Negara
-
Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN
-
IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun
-
Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen