Suara Denpasar - Bau tak sedap berembus dari balik pengadaan instrumen kesehatan di RSUP Sanglah atau yang kini berganti nama menjadi RSUP Prof Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar, Bali.
Kabar yang berembus, pengadaan instrumen kesehatan di rumah sakit terbesar di Nusa Tenggara dan Bali ini tidak sesuai ketentuan yang berlaku. Persyaratan hanya menguntungkan rekanan besar.
Dikonfirmasi terkait kabar tersebut I Gusti Lanang Agung Suryadi selaku Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) RSUP Sanglah membantah tudingan itu semua.
Jelas dia, persyaratan untuk mengikuti lelang semuanya menggunakan sistem online lewat website resmi untuk leleng dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP.
"Portal resmi dari pemerintah, penyedia harus daftar di sana biodata dan sebagainya," terangnya. "Pemenangnya orang-orang luar, setelah selesai mereka memasukan baru kita bisa lihat," ujarnya.
Lewat sistem online ini tentu, aku dia, bahwa semua itu dilakukan dengan transparan dan terbuka. Sebab, sistem online penilaiannya juga langsung dilakukan oleh sistem dari LKPP.
Pihaknya hanya menilai dan mengecek serta mengevaluasi kelengkapan teknis dan kualifikasi.
"Jadi, pelaksanaannya tidak menguntungkan salah satu penyedia (peserta tender) karena semua persyaratan kami share ke penyedia," jelasnya.
Selain itu juga, bahwa para penyedia yang akan ikut tender juga terlebih dahulu mendaftar sesuai spesifikasinya dalam portal LKPP.
Baca Juga: Nyesek! Kalimat Puitis Kang Dedi Bikin Meleleh, Perlihatkan Lukisan Ambu Anne dan Anak-Anak
Jadi, yang mengikuti tender sudah tersaring lewat sistem resmi yang dibuat oleh pemerintah pusat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS