Suara Denpasar - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Denpasar, membuka forum diskusi untuk mempresentasikan hasil studi investigasi terkait penyelewengan BBM bersubsidi di Bali, Rabu, (7/12/2022) bertempat di Kubu Kopi Denpasar.
Dalam melakukan investigasi, GMNI Denpasar menemukan terjadinya penyelewengan BBM jenis solar yang digunakan pada industri tambang galian C di Karangasem. Jika dikalkulasi, total kerugian negara per hari ditaksir lebih dari 1 miliar rupiah.
“Dari hasil studi investigasi yang dilaksanakan peneliti GMNI pada oktober lalu, penyelewengan BBM subsidi jenis solar banyak dilakukan oleh para pengusaha-pengusaha galian C di Karangasem,” ucap peneliti dari GMNI Denpasar, Ananta Surya.
“Dari sektor pertambangan galian C saja, diperkirakan jumlah BBM Solar subsidi yang diselewengkan mencapai 62.608 liter per harinya dan jika dirupiahkan dengan dihitung selisih antara harga solar subsidi dan industri mencapai Rp 1.061.205.600,” lanjutnya.
Untuk mendapatkan bbm solar bersubsidi, Ananta Surya mengatakan, pihaknya menemukan beberapa modus yang digunakan para pengusaha tambang tersebut. Mereka menggunakan mobil cemper yang diantar Polisi jerigen, mobil modifikasi, dan bahkan truk pertamina langsung ke tambang.
Dalam investigasi tersebut, kata dia, GMNI Denpasar menduga ada keterlibatan oknum Polisi dan TNI yang ikut bermain untuk memuluskan penyalahgunaan BBM tersebut.
Atas penemuan tersebut, GMNI Denpasar merekomendasikan perubahan aturan yang mengatur tentang truk pengangkut hasil pertambangan yang beroda enam agar menggunakan BBM non bersubsidi. Karena yang terjadi saat ini truk-truk tersebut masih BBM bersubsidi.
Senada dengan itu, Edward Thomas Lamury Hadjon mengatakan, Kebijakan BBM Subsidi tepat sasaran dapat berhasil jika dilakukan reformasi kebijakan subsidi BBM berdasarkan hukum.
“Saya kira reformasi (kebijakan) yang dilakukan pemerintah kurang tepat seperti Inpres No 7 Tahun 2022 yang mengarahkan pada penggunaan kendaraan bermotor listrik tetapi tidak mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat sekarang,” ucap Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana tersebut.
Baca Juga: Pendukung Anies Bisa Ketar-ketir Nih, KPK Tegaskan Masih Selidiki Kasus Formula E Jakarta
Sedangkan, Roberto Hutabarat saat ditanyai pendapat, ia mengatakan sangat disayangkan jika benar ada indikasi keterlibatan TNI/Polri.
“Saya agak naik (emosi) setelah tadi dikatakan ada temuan backingan anak Jenderal dan Polisi. Seharusnya itu yang ditekankan. Ini temuan yang bagus sekali. Saya kasih masukan karena rekomendasi tadi kurang tajam karena hanya mengatur soal regulasi," jelasnya.
"Tidak cukup seperti itu saja, pembahasan kita sekarang ini mestinya sudah soal pidana. Harusnya mahasiswa lebih berani lagi,” tambah aktivis 98 itu mencoba mengagitasi peserta diskusi.
Sementara itu, Sales Branch I Pertamina Bali, Arnaldo Andika mengungkapkan, pertamina saat ini telah menyalurkan subsidi melebihi target di Bali. Terutama di bulan november 2022 pada perhelatan Presidensi G20.
Terkait temuan GMNI Denpasar, Arnaldo Andika mengajak GMNI dan semua masyarakat agar segera menginformasikan kepada pihaknya apabila ada dugaan atau temuan penyelewengan BBM.
Andika mengakui memang sempat terjadi penyelewengan BBM dengan modifikasi tangki BBM. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
4 Petani Muba Jadi Tersangka, Koalisi Tuding Ada Mafia Tanah di Balik Sengketa 121 Hektare
-
Kredit Motor Kemahalan? Ini 5 Motor Rupawan Anti Culun Yamaha Cuma 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Iran Merasa Dianaktirikan di Piala Dunia 2026, Amir Ghalenoei Lontarkan Sindiran