Suara Denpasar - Sidang lanjutan gugatan cerai Kang Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat ini telah memasuki tahap penguatan terhadap materi gugatan.
Kang Dedi Mulyadi nampak hadir di persidangan Rabu (7/12/2022), ia mengatakan akan melakukan upaya-upaya hukum untuk membantah tuduhan-tuduhan yang selama ini dilayangkan oleh Ambu Anne.
Seperti diketahui, salah satu tuduhannya yaitu adanya KDRT psikis. Beberapa waktu lalu Ambu Anne mengaku kerap kali mendapat kekerasan verbal dari Kang Dedi Mulyadi. Diakuinya, hal itu telah berdampak pada psikologisnya.
Kendati demikian, Dedi Mulyadi membantah hal tersebut dan kini tengah melakukan upaya-upaya hukum untuk mematahkan apa yang dituduhkan kepadanya.
“Kami tugasnya adalah melakukan upaya-upaya hukum, terhadap tuduhan itu adalah tidak benar,”katanya, seperti dikutip dari Kanal YouTube Dedi Mulyadi, Jumat (9/12/2022).
Menurut Kang Dedi, tidak ada ciri-ciri bahwa Ambu Anne telah mendapatkan seperti apa yang dituduhkannya.
Selanjutnya, ia mengatakan biarkan fakta-fakta di persidangan yang berbicara.
“Misalnya tuduhan KDRT Psikologi, ya kita ingin menyampaikan bahwa itu tidak benar, karena ciri-cirinya tidak ada. Kemudian fakta-faktanya juga nanti biar dilihat di pengadilan. Fakta-faktanya apa,” lanjutnya.
Jika dilihat dari aspek psikologi Ambu Anne, Kang Dedi Mulyadi mengaku tak melihat calon mantan istrinya ini seperti sosok yang telah mendapat kekerasan psikis.
Baca Juga: Prediksi PSIS Semarang vs Borneo FC Samarinda di BRI Liga 1 2022/2023 Malam Ini
“Kemudian juga jika dilihat dari sisi aspek psikologi apalagi pernyataan Ambu yang kemaren. Itu kan bisa dilihat sisi psikologi seseorang, apakah dia mendapat KDRT (psikis),” ungkapnya.
Meski tak mau menuduh, Kang Dedi Mulyadi kemudian menyinggung karakter Ambu Anne yang selama ini diperlihatkan kepada publik saat gugatan cerai kepadanya mulai mencuat.
“Atau Ambu ini memang punya karakter seperti yang diperlihatkan kepada masyarakat, kita tidak mau menuduh itu,” tambahnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Angkat Bicara Perihal Tuduhan Tidak Menafkahi, Dedi Mulyadi:Kalau Ada Tuduhan Tidak Memberikan Nafkah, Lantas Pembiayaan yang Dikeluarkan...
-
Perihal Tuduhan KDRT dan Tak Memberi Nafkah, Dedi Mulyadi Sebut Ambu Anne Bohong, Ternyata Begini Faktanya, Ada Jejak Digital!
-
Tampil Dengan Setelan Serba Hitam, Kegantengan Kang Dedi Mulyadi Disebut Telah Meresahkan Emak-emak
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Mahasiswa Desak Presiden Prabowo Copot Natalius Pigai dari Kursi Menteri
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga