/
Jum'at, 09 Desember 2022 | 11:15 WIB
Pemain Timnas Indonesia sedang berlatih di Bali. Sejumlah pelatih klub memprotes lantaran sejumlah pemain dipanggil untuk bergabung dengan Timnas. (PSSI)

Suara Denpasar - Menpora dan PSSI memberi pernyataan menohok untuk pelatih klub Liga 1 yang protes pemainnya dipanggil Shin Tae yong untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Diketahui, Timnas Indonesia sejak akhir November 2022 lalu telah melakukan persiapan guna menghadapi Piala AFF 2022. 

Pelatih Timnas Indonesia pun memutuskan untuk memanggil sejumlah pemain dari klub Liga 1 yang saat ini sedang menlanjutkan kompetisi. 

Pemain dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) yang telah diprogramkan oleh Shin Tae Yong. TC pun telah berlangsung sejak 28 November 2022 lalu di Bali. 

Namun, di tengah persiapan menyambut Piala AFF 2022, justru beberapa pelatih Liga 1 melayangkan protes kepada Shin Tae Yong yang mengambil pemainnya untuk TC dalam jangka waktu yang cukup panjang tersebut. 

Salah satunya adalah Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll.  Atas hal tersebut, Menpora Zainudin Amali dan Ketum PSSI Mochamad Iriawan bereaksi.  Dengan tegas keduanya menyinggung terkait komitmen klub Liga 1. 

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriwawan menegaskan bahwa sudah menjadi komitmen, sekaligus kesimpulan bersama melalui rapat koordinasi terkait penyelenggaraan Liga 1 yang dihadiri Kemenpora, PSSI, PT LIB, hingga pemilik klub Liga 1, pada 28 November lalu.

Di mana komitmen tersebut mengenai kesepakatan untuk membangun Timnas Indonesia yang tangguh, terutama dalam menghadapi berbagai turnamen internasional, salah satunya yang terdekat Piala AFF 2022.

"Saya mengajak kepada segenap stakeholder sepak bola khususnya para pemilik klub, mari kita sama-sama berbuat untuk kepentingan bangsa dan negara. Kita bangun Timnas kita yang tangguh," kata Iriawan dikutip melalui AntaraNews. 

Baca Juga: Thomas Doll Ngamuk ke Shin Tae Yong, Allenatore Persija Sampai Nyuruh Pergi ke Bali

Ditegaskan bahwa dalam rakor yang dihadiri para pemilik klub dari 18 kontestan Liga 1 itu pun bersepakat untuk memberikan dukungan sepenuhnya terhadap terbentuknya tim nasional yang tangguh, baik untuk senior maupun untuk tim Indonesia kelompok umur.

"Kita dukung bersama Syahrian Abimanyu cs untuk meraih gelar juara khususnya di Piala AFF nanti dan prestasi di ajang internasional lainnya," lanjutnya.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menyebut kompetisi BRI Liga 1 bisa kemabli bergulir pasca tragedi Kanjuruhan salah satunya karena kepenitingan Timnas Indonesia. 

“Kemarin pemerintah sudah mengumumkan Liga 1 dilanjutkan kembali (dengan evaluasi dan rekomendasi). Di samping itu ada kebutuhan timnas kita, yang membutuhkan ada kompetisi, karena ada kegiatan-kegiatan yang membutuhkan kesiapan timnas,” kata Menpora. (*Aryo)

Load More