Dengan penjelasan itu, Kang Dedi Mulyadi pun menyibak bahwa argumentasi APBD Purwakarta pada 2022 dan 2023 untuk membangun ketertinggalan infrastruktur sebetulnya tidak nyambung alias bohong belaka. Sebab, anggaran peningkatan dan pemeliharaan jalan hanya Rp46 miliar.
Yang menarik lagi adalah terungkap bahwa APBD Purwakarta pada era Anne Ratna Mustika sebetulnya naik dibandingkan era Dedi Mulyadi. Saat ini, APBD Purwakarta mencapai Rp2,5 triliun. Kang Dedi pun heran, mengapa APBD yang lebih tinggi, namun pembangunan di Purwakarta justru menurun.
“Pertanyaannya adalah APBD-nya mencapai Rp2,5 triliun, kenapa anggaran pembangunan yang langsung dirasakan oleh masyarakat menurun?” tanya Kang Dedi.
Nurcahja menjawab dana APBD itu dialokasikan ke banyak hal. Antara lain pendidikan 20 persen dan kesehatan 16 persen. Kang Dedi tetap tidak puas dengan jawaban itu. Sebab itu masih sedikit.
Tampaknya Kang Dedi sudah membongkar APBD Purwakarta. Sehingga dia menanyakan APBD 2,5 triliun itu sebetulnya paling besar terserap oleh apa. Nurcahja sepat menjawab bahwa gaji pegawai sebetulnya hanya 34 persen.
Kang Dedi pun tetap tidak puas dengan jawaban itu. Dia sempat mengetes Nurcahja, anggara barang dan jasa berapa besarnya. Nurcahja ak menjawab. Kemudian Kang Dedi justru yang menyebut bahwa anggaran barang dan jasa mencapai Rp900 miliar.
"Kenapa dibelanjakan untuk barang dana jasa, kenapa tidak untuk infrastruktur?" tanya Kang Dedi.
Dia melihat ada banyak inefesiensi anggaran dalam kebijakan anggaran Pemkab Purwakarta di bawah Bupati Anne Ratna Mustika. Dari soal rapat-rapat, ATK, kendaraan dinas, dan lainnya. Bila itu bisa dilakukan, Kang Dedi menyatakan anggaran infrastuktur bisa meningkat, dan utang DBH ke desa bisa lunas. (*)
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Gelisah Kelakuan Ambu Anne Kini Sering ke Dukun: 'Itu Bukan Tradisi Kami'
Berita Terkait
-
Ambu Anne Siap-Siap Saja, Kang Dedi Akan Ungkap Uang Miliaran Biaya Kampanye Jadi Bupati di Depan Hakim
-
Hati-hati! Dedi Mulyadi Kantongi Identitas Penyebar Video Viral Anne Ratna Mustika: Pelanggaran UU ITE
-
Sedih! Dedi Mulyadi Bandingkan Nasib Dirinya dengan Ryan Dono: Masuk ke Ruang Pengadilan Agama Itu Jauh Lebih Menyakitkan
-
Dedi Mulyadi Ungkap Cerita Cinta yang Kandas, Warga: Jangan Buang Waktu, Kalau Ada yang Pasti Kenapa Harus Menunggu
-
Dedi Mulyadi Beri Tanggapan Perihal Uang Pemberiannya Kepada Ambu Anne: Kalau untuk Ditabung Bukan Kategori Nafkah...
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil