Suara Denpasar – Unggah filosofi tentang sebuah teko dengan cangkir-cangkirnya, Dedi Mulyadi bicara tentang poligami?
Kasus perceraian antara Dedi Mulyadi dengan bupati Purwakarta Mbu Anne, masih jadi perbincangan hangat di media sosial.
Hal itu juga karena dipicu oleh unggahan-unggahan Dedi Mulyadi yang tampak masih bisa move-on, dari kehidupannya bersama sang istri.
Ia terlihat pilu dan sangat kehilangan, walau kadang tertawa membersamai si miskin papa yang tidak seberuntung dirinya dalam kehidupan.
Setelah banyak unggahannya yang membuat warganet pilu, kali ini Dedi Mulyadi mengunggah tentang sebuah filosofi teko dengan cangkir-cangkirnya.
Ia mengatakan bahwa teko itu unik saat hanya memiliki satu cangkir saja, tapi sempurna saat dikelilingi oleh empat cangkir.
Adakah anggota DPR RI yang memiliki banyak penggemar itu tengah berbicara mengenai poligami? Atau berencana melakukannya?
Tak dapat diketahui, yang pasti Dedi Mulyadi merangkai semua kata sebagai keterangan fotonya itu, dengan sangat indah seperti biasanya.
“Satu teko satu cangkir itu unik, stu teko dua cangkir itu biasa, satu teko tiga cangkir itu luar biasa, satu teko empat cangkir itu sempurna,” tulis @dedimulyadi71.
Baca Juga: Intip Prosesi Ngunduh Mantu dan Tasyakuran Pernikahan Kaesang dan Erina di Solo
“Nah, kalau punya teko tapi cangkirnya hilang, apa coba?” lanjutnya.
Melihat unggahan foto sang mantan bupati serta keterangan fotonya itu, warganet segera memenuhi kolom komentar Instagramnya.
Berbagai ungkapan hadir untuk menyemangati sang idola yang saat ini sedang dirundung duka, karena perceraiannya.
“Bapak kok kesannya galau mulu, kege’eran atuh yang ono, kecuali bapak mau balikan,” tulis @cely534.
“Yang hilang bisa dicari, yang hilang bisa ditemukan, tergantung kemauan,” tulis @tantie_rachmawati.
“Beli cangkir yang baru, pak haji, yang kokoh, yang cantik dan indah dipandang,” tulis @reishanew.
Selain tiga komentar penghibur di atas, masih banyak lagi komentar lainnya yang diungkapkan warganet melalui kolom komentar.
Sebagian menyalahkan admin yang bertugas untuk menyebarkan pesan di media sosial untuk Dedi Mulyadi, karena dianggap mellow dan lemah.
Tapi hingga hari ini, belum dapat diketahui apakah tulisan-tulisan itu merupakan asli dari Dedi Mulyadi atau ada admin yang bertugas. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring