Suara Denpasar – Bek Asing PSIS Semarang, Alie Sesay tidak terlihat dalam list skuad di dua laga lanjutan BRI Liga 1 20-22./20233 usai Tragedi Kanjuruhan Malang.
Dua laga tersebut PSIS Semarang menurunkan seluruh bek lokal miliknya untuk menjaga gawang yang diamankan Wahyu Tri Nugroho.
Dalam kontra madura United, bek lokal PSIS Semarang mempu membuat gawang Kiper senior bersih dari kebobolan alias clean sheet.
Empat bek tersebut adalah, Fredyan Wahyu, Alfeandra Dewangga, Wahyu Prasetyo, dan Frendy Saputra.
Dua laga terakhir, Bek PSIS Semarang, Fredyan Wahyu juga rutin mencetak gol di dua laga itu, Kontra Madura United dan Borneo FC.
Total bek berusia 24 tahun itu telah mencetak 3 gol dan 3 assist dalam 11 laga yang dimainkan.
Sayangnya, dalam laga selanjutnya kontra Persija, Fredyan Wahyu harus absen karena terkena hukuman kartu merah dalam laga kontra Borneo FC.
Apakah laga kontra macan kemayoran, bek Asing Alie Sesay yang tidak terlihat di dua laga terakhir akan diturunkan Ian Andrew Gillan?
PSIS Semarang sebelum menyatakan meminjam lisensi Ian Andrew Gillan untuk didaftarkan sebagai pelatih kepala.
Baca Juga: Jan Ethes Dicium Pangeran Arab, Netizen Ejek Gibran Dicium Pria Berkumis
Kini dalam melakoni laga, Panser Biru dan Snex suporter PSIS Semarang menyoroti soal gaya pelatih kepala, Ian Andrew Gillan.
Pelatih yang sempat didaulat sebagai Direktur teknik itu terlihat lebih banyak duduk di bench melihat anak asuhnya menjalani pertandingan.
Sesekali Ian Andrew Gillan bangkit dari bench, terutama saat PSIS Semarang berhasil mendapatkan angka.
Namun yang disorot bukan hanya Ian Andrew Gillan. Fans justru melihat asisten pelatih PSIS Semarang, Ahmad Resal yang terlihat sibuk memberikan instruksi dari pinggir lapangan.
Panser Biru dan Snex pun menilai jika laskar Mahesa Jenar itu diasuh oleh Resal Octavian dan Ian Andrew Gillan hanya pinjam nama. (Dinda/*)
Berita Terkait
-
Waspadai Serangan PSM Makassar, Bhayangkara FC Benahi Strategi Bertahan
-
Berkaca Kontra Persebaya, Abdul Aziz Nilai Ada Kekurangan, Pra Persib Bandung vs Dewa United di Liga 1
-
PSIS Semarang vs Persija: Jonathan Cantillana Tercoret dari Skuad, Murni Bukan Kehendak Ian Andrew Gillan
-
Penyesalan Daisuke Sato Warnai Pra Laga Persib Bandung vs Dewa United di Liga 1
-
Bhayangkara FC vs PSM Makassar, Wiljan Pluim Enggan Remehkan Lawan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan