/
Senin, 12 Desember 2022 | 21:14 WIB
Pemain Persija Jakarta Michael Krmencik dan kapten Borneo FC Diego Michiels. (Instagram @krmelec_11 @diegomichiels24)

Suara Denpasar - Perseteruan Krmencik vs Diego Michiels Panas lagi Gegara Status, netizen pun menyarankan berlanjut di ring.

Perseteruan pemain asing Persija Jakarta Michael Krmencik dan Diego Michiels kembali meruncing usai pemain Borneo FC itu membubuhkan komentar di media sosial.

Bermula dari instastory milik Krmencik yang menyatakan tak masalah dengan kondisinya saat ini. Unggahan itu dilakukannya pada Senin (12/12/2022).

Ia menuliskan "I'm not the type to cry on the internet we'll take it as it is in 5 matches I'll be back be good Jakmania I love you..".

Pesan untuk Jakmania itu jika diartikan dalam bahasa Indonesia bermakna "Saya bukan tipe orang yang menangis di internet, kami akan menerimanya karena dalam 5 pertandingan saya akan kembali menjadi baik, Jakmania saya mencintaimu".

Saat layar instastory tersebut ditangkap dan diunggah kembali oleh akun @lambeturah_bola, dan tiba-tiba Diego Michiels mengomentarinya.

"Tapi 2 kali nangis di lapangan," tulis akun @diegomichiels24.

Sontak saja, komentar tersebut menuai banyak tanggapan dari fans sepakbola di tanah air.

"Bagaimana nggk nangis orang di lapangan dipukul 2 kali," tulis akun @tumannn__2098.

Baca Juga: Preview PSIS Semarang Vs Persija Jakarta: Michael Krmencik Absen, Carlos Fortes Main Sejak Menit Awal?

"Kesakitan ditinju Ama lu bukan nangis hadeh," komentar akun @abdul_whb28.

Dalma laga persija vs Borneo FC lalu, kedua pemain memang kedapatan saling serang.

Dimulai dengan ludahan Diego dan dibalas serupa oleh Michael Krmencik. Selanjutnya Diego melayangkan pukulan.

"lanjut ring aja udah," tulis akun @dodonnw.

"Percuma tato banyak kalo di sosmed crewet contoh king Leo dong udh bertato ngomoong langsung ke Van Gaal," komentar @dik_dikaa01.

Terlepas dari perseteruan tersebut, ada juga fans yang memuji tingkah laku Michael Krmencik yang enggan memperpanjang pertikaian apalagi melakukan pembelaan.

Load More