Suara Denpasar – Pendakwah sekaligus pegiat media sosial Hilmi Firdausi memberikan komentarnya terkait penyelenggaraan event Piala Dunia 2022 yang menuai sukses sejauh ini.
Dalam akun media sosial Twitter pribadinya, Hilmi Firdausi juga menyinggung soal stakeholder sepak bola Indonesia yang harusnya bisa mencontoh kesuksesan turnamen yang digelar di Qatar ini.
Hilmi Firdausi membuka cuitannya dengan memberikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Piala Dunia yang sukses.
Selain itu Hilmi juga menyoroti soal supporter yang antusias serta pertandingan level tertinggi yang dipimpin oleh wasit berkualitas dan juga VAR demi menghindari terjadinya hal-hal kontroversial.
“Penyelenggaraan Piala Dunia yang sukses, suporter yang luar biasa pertandingan berkualitas dengan wasit dan VAR yang meminimalisir hal-hal kontroversial,” cuit Hilmi dalam akun Twitter pribadinya @Hilmi28, Rabu 14 Desember 2022.
Hilmi menambahkan dalam tweet-nya tersebut berharap agar para stakeholder sepak bola Indonesia bisa mengambil pelajaran dari kesuksesan Piala Dunia tahun ini.
“Kira-kira stakeholder bola Indonesia bisa ambil pelajaran ga ya?” lanjut Pengasuh PP Baitul Qur'an Assa'adah itu.
Pendakwah ini juga seraya mengingatkan bahwa negara sebesar Jepang pun pernah belajar dari Indonesia. Namun dirinya menyayangkan mengapa sepak bola tanah air tertinggal dari mereka.
“Ingat, dulu Jepang aja belajar dari Indonesia loh. Kenapa sekarang sepak bola kira malah kayak begini?” tanya Hilmi.
Baca Juga: Tiga Orang Jurnalis Meninggal Dunia saat Meliput Piala Dunia 2022 Qatar
Cuitan Hilmi Firdausi tersebut menuai banyak respon dari para warganet yang memenuhi kolom komentar.
Seorang warganet melontarkan respon yang cukup keras perihal stakeholder bola di Indonesia yang menurutnya masih rakus.
“Stakeholder di Indonesia masih rakus atas jabaran, mereka tidak rela menggelontorkan dana buat fasilitas Liga 1. Uang denda hasil liga banyak tapi tidak tau digunakan buat apa oleh para pengurus PT. LIB,” cuit akun @naufalbudiman.
Warganet lainnya berkomentar soal banyak negara yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara yang besar.
“Sama dengan Malaysia Pak Ustadz, mereka dulu juga banyak belajar dari kita dengan mengimport guru. Ternyata banyak negara yang tidak menginginkan kita menjadi negara besar,” kicau akun @masabudi5791.
Berbeda dengan warganet satu ini yang menyatakan bahwa penggunaan VAR di Liga 1 tidak bisa terlaksana.
Berita Terkait
-
Tiga Orang Jurnalis Meninggal Dunia saat Meliput Piala Dunia 2022 Qatar
-
Luka Modric: Semoga Messi Bawa Argentina Menang Piala Dunia 2022, Dia Pemain Terbaik dalam Sejarah
-
Alasan Rachmat Irianto Sebut Timnas Indonesia Belum di Level Pantas Juara Piala AFF 2022
-
Indah dan Memukau, Saat Elemen Batik Diangkat ke Ekosistem Seni Digital
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
-
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu
-
20 Tahun Berkarya, Maudy Ayunda Ungkap Momen Emosional saat Casting Pertama
-
Penolakan Menguat, Gus Ipul Dinilai Tak Netral Pimpin Muktamar NU