Suara Denpasar - Sejumlah pemain yang ada di klub-klub Liga 1 Indonesia kini dipanggil oleh Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia Shin Tae-yong jelang piala AFF 2022 yang bakal bergulir Desember ini.
Sebagain besar pemain yang dipanggil adalah klub besar seperti Bali United, Persija Jakarta, Madura United, PSM Makasar, Persib hingga beberapa pemain dari klub Persebaya Surabaya.
Bahkan pelatih Shin Tae-yong kini telah menggelar program latihan jangka panjang yang dipusat di base camp Bali United yang berada di Gianyar Bali.
Pemanggilan pemain untuk mengikuti program latihan jangka panjang ini menuai protes dan kritik dari sejumlah pelatih klub Liga 1 Indonesia.
Pasalnya durasi pemanggilan dari pelatih Shin Tae yong terlalu panjang. Sehingga membuat beberapa pemain tidak bisa tampil pada debutan Liga 1 Indonesia.
Kritikan soal durasi waktu yang panjang itu datang dari pelatih Persija Jakarta Thomas Doll, Pelatih PSM Makasar Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso.
Ketiga pelatih ini mengkritik Shin Tae-yong, karena dianggap merugikan klub. Pemain-pemain penting dari masing-masing klub yang mereka asuh jadi tidak bisa memperkuat timnya ketika menghadapi kompetisi Liga 1 musim ini.
Meski demikian Pelatih Bali United justru Stefano Cugurra berbeda sikap lbih bijak menyikapi kondisi soal pemanggilan pemain untuk mengikuti program latihan jangka panjang.
Pelatih dengan akrab sapaan Teco mengatakan dirinya tidak mempersoalkan masala itu. Kendati patut diakui banyak dari pemain-pemain Bali United yang juga mengikuti program latihan jangka panjang dari Pelatih Timnas Shin Tae-yong.
Baca Juga: Menkominfo Minta TV Swasta Lebih Aktif Distribusikan Set Top Box Gratis
Sejatinya ada dua pilar pemain utama Bali United yang dipanggil oleh Shin Tae-yong. Yakni Nadeo Argawinata dan Ilija Spasojevic.
"Saya tidak ada masalah. Saya sudah tahu ketika para pemain dipanggil di timnas Indonesia, mereka harus fokus di sana," ujar Coach Teco seperti dilansir transfermarkt.co.id disarikan Suara Denpasar, Jumat (16/12/2022).
Teco juga menambahkan setiap pemain sepak bola sudah pasti dan memiliki cita-cita dan harapan besar untuk mengharum nama bangsa dan negaranya. Salah satunya memperkuat Timnas Indonesia. Sehingga harus penuh kesadaran berlatih bersama timnya di skuad garuda.
"Mereka harus berlatih bersama tim pelatih timnas dan harus fokus untuk membantu negara. Saat para pemain dipanggil negara, saya tahu bahwa mereka harus memiliki prestasi (bersama timnas) juga," ungkapnya,
Terlepas dari semua kritikan dan polemik yang memanas ini. Sejatinya Coach Bali United yang juga pernah menangani juru taktik Persija Jakarta pernah mengalami kondisi serupa saat ketujuh pemainnya dipanggil untuk mengikuti training center skuat Garuda.
"Saya dulu sudah pernah melepas tujuh pemain Bali United untuk mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia," pungkasnya. ****
Tag
Berita Terkait
-
Elkan Baggott Disebut Tak Gabung Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, PSSI Masih Berharap
-
Persija Ditahan Imbang Persebaya, Thomas Doll Salahkan Shin Tae yong? Persib Bandung Berpotensi Menyalip
-
3 Pemain Timnas Indonesia U-20 yang Posisinya Terancam Jika Rafael Struick Resmi Dinaturalisasi
-
Bukan Kehendak Luis Milla Coret Jebolan Uruguay di Persib Bandung, Didikan Shin Tae yong Jadi Opsi Pengganti
-
Posisi Sosok Naturalisasi Terancam di Persib Bandung? Luis Milla Lirik 'Anak' Shin Tae yong Winger Timnas Indonesia
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
100 Tahun Naar de Republiek Indonesia: Menelanjangi Neokolonialisme 2026, Republik untuk Siapa?
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Diskusi Dengan Ombudsman RI, Imigrasi Sumut Kedepankan Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM
-
Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang