Suara Denpasar - Terungkap sudah penyebab Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri begitu membenci sosok Susilo Bambang Yudoyono atau SBY. Bahkan, hubungan keduanya sempat renggang bertahun-tahun.
Hal ini terungkap dari celotehan Panda Nababan, jurnalis senior yang juga sesepuh PDI Perjuangan.
Masuknya SBY dalam daftar "Black List" atau orang yang paling dihindari Megawati tak lepas dari lima pertanyaan yang diajukan founder PDI Perjuangan itu ketika SBY ingin bertemu dengan dirinya.
SBY ingin bertemu Megawati ketika sudah menjabat Presiden RI selama setahun pada 2005.
"Mohon maaf pak presiden (SBY). Salam dari Ibu Mega. Ibu Mega mau bertemu jika dijawab dulu lima pertanyaan dari beliau," kata Panda yang dikutip dari kanal Youtube @Karni Illyas Club yang dikutip denpasar.suara.com Sabtu, 7 Januari 2023. "Apa itu," tanya SBY seperti ditirukan Panda.
"Satu, pernah nggak Pak SBY pernah mengatakan saya ini (Megawati) dari comberan dijadikan di wongke gimana?" kata Panda soal pertanyaan Megawati yang dia sampaikan kepada SBY.
SBY hanya bengong mendengar pernyataan itu dan meminta Panda menjelaskan soal pertanyaan kedua.
"Dalam sidang kabinet. Siapa yang mau maju jadi calon presiden. Ditanya Yusril? Tergantung putusan partai.
Hamzah? Tergantung rapat rapat dari partai. Begitu ditanya SBY? SBY mengatakan tidak, saya tidak maju. Betul itu?" ungkap Panda soal pertanyaan Megawati yang kedua.
Baca Juga: Kader PDIP Wajib Tahu! Dua Sosok Ini Paling Dibenci Megawati: Ini Nama Keduanya dan Perannya
Lagi-lagi SBY hanya diam dan bengong serta meminta Panda meneruskan sampai pertanyaan kelima.
Di mana intinya Megawati menanyakan soal informasi berdirinya Partai Demokrat sampai soal kedatangan SBY yang sempat meminta menjadi calon Wakil Presiden mendampingi dirinya.
Namun, kelima pertanyaan itu tidak bisa dijawab oleh SBY. Ini juga yang membuat pertemuan keduanya akhirnya batal terjadi. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Ditinggal Jemput Istri ke Medan, Rumah Karyawan BUMN di Simalungun Dibobol Maling
-
Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI
-
Promo JSM Alfamart 26 April 2026, Banjir Diskon Susu Anak dan Kebutuhan Dapur
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Mewarisi Kartini yang Mana? Membaca Ulang Jalan Menuju Terang
-
Kejar 100 GW PLTS, Pemerintah Percepat Transisi Energi Nasional
-
Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan