- Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf merespons kasus gagal berangkat ribuan jemaah PT Hanania Travel dengan memperketat pengawasan biro perjalanan.
- Pemerintah mewajibkan akreditasi seluruh travel haji dan umrah guna memastikan kredibilitas serta memberikan perlindungan maksimal bagi calon jemaah.
- Kasus gagal berangkat di Jakarta tersebut kini telah masuk ranah kepolisian karena pihak travel tidak menjalankan kesepakatan mediasi kementerian.
Suara.com - Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf menyiapkan langkah pembenahan besar-besaran terhadap biro perjalanan umrah menyusul kasus gagal berangkatnya ribuan calon jemaah yang dikelola PT Hanania Travel.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mewajibkan akreditasi seluruh travel haji dan umrah.
Irfan mengatakan Kementerian Haji dan Umrah sebenarnya telah berupaya memediasi pihak Hanania Travel dengan para korban sejak dua hingga tiga bulan lalu.
Namun, kesepakatan yang dicapai dalam proses mediasi tidak dijalankan oleh pihak travel.
"Akhirnya, sekarang sudah masuk ke ranah pengaduan kepolisian, itu sudah di luar kewenangan kami," ujar Irfan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut Irfan, kasus Hanania menjadi pelajaran penting untuk memperkuat pengawasan terhadap biro perjalanan umrah.
Karena itu, pemerintah akan memperketat sistem akreditasi guna memastikan setiap travel memiliki kapasitas dan kredibilitas dalam melayani jemaah.
"Kasus seperti ini kita upayakan dengan mengakreditasi semua travel-travel. Kami akan pastikan regulasi ditegakkan dan perlindungan kepada konsumen maupun calon konsumen menjadi prioritas utama," tegasnya.
Ia menjelaskan, sistem akreditasi nantinya diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat dalam memilih biro perjalanan yang aman dan terpercaya. Irfan pun mengimbau calon jemaah agar lebih selektif sebelum mendaftar umrah.
Baca Juga: Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
Terkait tudingan bahwa kementerian kecolongan hingga kasus ini terjadi, Irfan membantahnya. Menurut dia, PT Hanania Travel telah beroperasi cukup lama, sementara Kementerian Haji dan Umrah baru berdiri kurang dari satu tahun.
"Saya kira bukan kecolongan, karena travel ini sudah cukup lama beroperasi, sementara kami (Kementerian Haji dan Umrah) baru menjalankan ini belum ada setahun. Jadi, bukan karena kami tidak melihat, tapi memang perusahaan ini pemain lama," jelasnya.
Ke depan, Kementerian Haji dan Umrah berjanji memperketat pengawasan sejak proses pendaftaran hingga pelaksanaan perjalanan ibadah.
Meski bukan pelaksana teknis umrah, Irfan menegaskan perlindungan jemaah akan menjadi prioritas utama kementeriannya.
"Tentu pendaftaran dan pengawasan dalam pelaksanaannya akan diperketat. Tugas kami adalah memastikan regulasi ditegakkan dan jemaah terlindungi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian