Suara Denpasar – Aktivis sekaligus pegiat media sosial Dokter Tifa memberikan tanggapannya soal perkembangan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang belum juga direalisasikan.
Melalui akun media sosial Twitter miliknya, Dokter Tifa menyinggung soal tidak adanya investor yang tertarik untuk mengembangkan ide IKN itu hingga saat ini.
“Sampai hari ini belum ada satupun investor yang tertarik dengan ide IKN,” ucapnya dikutip dari akun Twitter pribadinya @DokterTifa, Sabtu (7/1/2023).
Dokter Tifa menambahkan bahwa yang perlu dilakukan saat ini oleh pemerintah adalah membantu rakyat untuk segera pulih pasca pandemi.
“Sementara rakyat saat ini harus dibantu betul untuk bisa segera pulih dari kehancuran akibat Pandemi,” tambah Dokter Tifa.
Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan rakyat terlebih dulu dan berpikir untuk menahan diri terhadap hal-hal selain itu.
“Bisakah pemerintah berpikir untuk tahan diri dan fokus dulu ke rakyat?” tuturnya menutup cuitannya.
Cuitan singgungan dari Dokter Tifa itu ternyata menuai banyak respon dari para warganet yang membanjiri kolom komentar.
Ada beberapa warganet yang tidak setuju dengan cuitan yang dilontarkan oleh sang epidemiologist itu.
“Dulu banyak yang ribut soal bangun tol, yakin sekarang ga pada pakai buat mudik? Terus pada ribut soal kereta cepat, yakin nanti pada gak pengen naik?
“Sekarang nyinyir IKN, yakin nanti kalau sudah jadi pada ga pengen kesana? Dibangunin ini itu ngomel melulu kalau sudah jadi lupa persis kayak bocah,” cuit akun @jozzgandoz3.
“Dokter, masa berita Jan 2022 dibawa ke Jan 2023? Masa dokter ga bisa lihat tanggal? Mana yang update mana yang ga update? Padahal dokter sudah ga ada izin praktek. Jadi totalitas di politik sekarang,” tulis akun @VSjamsuddin.
“Dok, mending ke daerah terpencil banyak yang butuh kehadiran dokter di sana dibandingin mengomentari sesuatu yang sepertinya anda bukan di bidangnya,” kicau akun @AdhiwibowoS.
Namun ada juga beberapa warganet yang justru setuju dengan kicauan tersebut.
“Mana UU omnibus law yang katanya bisa mendatangkan banyak investor serta kemudahan lainnya. Kalau tidak ada duit tunda saja IKN, jangan paksakan ke sana kemari,” tulis akun @IAhmadqadir.
“Pemerintah mesti berpikir untuk mengatasi banjir dan rob juga abrasi yang selalu terjadi di Jawa Tengah bagian Pantura.
“Bahkan di kota kami Demak, sudah banyak desa yang tidak bisa ditempati lagi dan pada pindah karena rob yang makin bertambah bahkan sampai merambah ke kecamatan yang lainnya,” cuit @GusKevin4.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau respon dari pihak istana terkait cuitan Dokter Tifa tersebut. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ketika Cinta Tak Bisa Dimiliki: Menelusuri Makna Kehilangan dalam The Zahir
-
Terekam CCTV! Wanita di Bekasi Ditendang dan Diseret Begal Sebelum Motornya Dirampas
-
Calon Gubernur PFII Berasal dari Internal Pemerintah, Chatib Basri?
-
Hasto Minta Agustus Diisi Kegiatan Positif, Bukan Demo: Kritik Tetap Boleh
-
Lipstik Make Over yang Tahan Lama Mana? Ini 4 Pilihan Sesuai Klaim
-
Purbaya soal Destry Calon Tunggal Gubernur BI: Pengalamannya Cukup, Sudah Lama Kerja Sama
-
12 Tanaman Indoor Pembawa Keberuntungan Sesuai Shio, Mana yang Cocok untukmu?
-
Persija vs Persib di GBK, Operator Bongkar Proses di Balik Duel Panas 12 September
-
Askrindo Pertahankan Rating idAA+ dari Pefindo
-
Review dr Tirta Jajal Adidas Hyperboost Edge, Sepatu Lari Happening Harga Rp3,5 Jutaan