Suara Denpasar - Shin Tae Yong unggah dua video bersejarah antara Timnas Indonesia kontra Vietnam: Wasit dan pemain harus fairplay!
Bukan sebuah rahasia lagi jika Vietnam selalu menjadi lawan Timnas Indonesia yang paling berbahaya, selain Thailand.
Jika Thailand menjadi musuh bebuyutan dalam hal kemenangan, Vietnam menjadi musuh dalam hal lainnya.
Pertandingan terkadang dilakukan atas dasar balas dendam yang sesungguhnya, hingga terjadinya pelanggaran.
Seperti pada pertandingan semifinal leg pertama antara Timnas Indonesia vs Vietnam, yang dilakukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Terjadinya kecelakaan di tengah lapangan seperti direncanakan, membuat pelatih Indonesia asal Korea Selatan geram.
Karena bisa membuat para pemainnya cedera, hal itu membuat Shin Tae Yong harus bersuara dan mengunggah bukti kecurangan mereka.
Unggahan dilakukan sebanyak tiga slide, dengan satu video berasal dari pertandingan antara Vietnam dengan Timnas lainnya.
Pada ketiga unggahan, kecelakaan fatal terjadi, karena kontak fisik dengan pemain bernomor punggung 5.
Pada unggahan itu juga Shin Tae Yong menuliskan pesan berikut ini melalui Instagram @shintaeyong7777.
"Tidak boleh 'usaha para pemain' yang dibuat selama ini tenggelam karena wasit," tulisnya sebagai kalimat pembuka.
"Wasit dan pemain harus sama-sama fairplay, saya berharap semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini," tambahnya.
Unggahan itu pun mendapatkan komentar dari wartawan senior, Mario Sonata, pada kolom di bawahnya.
"It's definitely deserved a card (seharusnya ada satu kartu (merah atau kuning-red))!" tulis @mario_sonata.
Warganet lainnya menyatakan jika kompetisi Piala AFF, memang bukan bagian dari program FIFA.
Sehingga FIFA tidak berwenang untuk mengatur kompetisi yang tidak menjadi tanggung jawabnya, yang terkenal sangat ketat.
"AFF itu, dari dulu tempatnya mafia, makanya mereka ogah memasukkan turnamen AFF ke kalender FIFA," tulis @longball.id.
Warganet pun berharap agar Punggawa Garuda lebih berhati-hati saat bermain di Hanoi nanti. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim