Suara Denpasar - Spesies hiu berjalan diketahui terancam punah, dan terdapat sembilan spesies hiu berjalan hingga saat ini di dunia, dan enam diantaranya ditemukan di Perairan Indonesia yaitu di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.
Dikutip dari halaman Facebook Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bahwa sejak tahun 2020, seluruh spesies hiu berjalan masuk ke dalam Daftar Merah Dewan Konservasi Alam Internasional (IUCN) karena potensi kerentanan dan kelangkaannya. Dengan status yang sudah disematkan oleh IUCN tersebut, hiu berjalan yang ada di Indonesia perlu untuk diberikan perlindungan secara khusus. Tujuannya, agar populasi mereka di alam bebas bisa tetap terjaga dengan baik dan mencapai kelestarian yang diinginkan
Selain itu, juga disebutkan bahwa hiu berjalan merupakan hewan dari kelompok hiu dengan nama latin hemiscyllium spp. yang berukuran kecil dengan total panjang (total length/TL) dibawah 100 sentimeter (cm).
"Ada enam jenis hiu berjalan yang ditemukan di Perairan Indonesia timur, seperti di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara," tulis BRIN, seperti dikutip Suara Denpasar, Rabu (11/1).
Dijelaskan juga, mengapa disebut hiu berjalan, karena pergerakan hiu ini di dasar perairan tidak terlihat seperti sedang berenang, tetapi seperti sedang berjalan. Hal itu, disebabkan sifat biologi kelompok ikan tersebut yang cenderung menetap di dasar perairan, yang dalam pergerakannya cenderung lebih menggunakan otot sirip dada atau pektoral dan sirip perutnya atau pervik. Kedua bagian sirip tersebut dapat berfungsi seperti kaki pada binatang darat, yaitu untuk melakukan pergerakan di dasar perairan seperti berjalan.
Fahmi selaku Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN menerangkan, mengapa hiu berjalan terancam punah karena hiu merupakan ikan endemik dengan sebaran yang sangat terbatas.
"Hiu berjalan merupakan ikan endemik dengan sebaran yang sangat terbatas dan jumlah populasi yang relatif rendah. Sehingga, rawan terhadap kepunahan apabila mendapatkan ancaman terhadap keberlangsungan populasinya di alam. Selain adanya upaya penangkapan tehadap ikan hiu ini untuk dikonsumsi, hiu berjalan juga kerap diburu untuk dijadikan ikan hias sehingga membuat populasinya di habitat aslinya terus menurun,".
Selain itu, hasil assessment IUCN terkait populasi hiu berjalan di Indonesia, diantaranya.
1. Spesies hemiscyllium halmahera jumlahnya mencapai 110 individu/km². Sementara, populasi secara keseluruhan yang ada di alam diperkirakan mencapai 400.000 individu.
Baca Juga: Viral, Wisatawan Nyemplung ke Laut Akibat Jembatan di Nusa Penida Ambruk
2. Spesies hemiscyllium henryi saat ini jumlahnya ada 40 individu/km² dengan estimasi populasi di alam sebanyak 46.000 individu.
3. Spesies hemiscyllium freycineti populasinya ada 200 individu/km² dengan estimasi populasi sekitar 660.000 individu.
4. Spesies hemiscyllium galei jumlahnya ada sebanyak 36 individu/km² dengan estimasi populasi sekitar 54.000 individu.
5. Spesies hemiscyllium strahanii jumlahnya ada 180 individu/km² dengan estimasi populasi sekitar 130.000 individu.
6. Spesies Hemiscyllium trispeculare jumlahnya ada 180 individu/km² dengan estimasi populasi sekitar 130.000 individu. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung