Suara Denpasar – Riko Simanjuntak menyampaikan pengalaman baru saat membela Persija Jakarta kontra Persib Bandung, pada (11/1/2023) di Stadion Gelora Bandung lautan Api (GBLA).
Diungkapkan winger Persija Jakarta itu, jika sebelumnya pemain mendapatkan intimidasi dari oknum suporter atau Bobotoh, hal itu tidak lagi terjadi kala kontra Persib Bandung.
Bukan karena Persib Bandung berhasil memenangkan pertandingan di rumah sendiri, tapi menurut Riko Simanjuntak suporter sudah mulai dewasa.
Dilansir Suara Denpasar dari Instagram pribadinya @riko.smnjuntak, Riko Simanjuntak menceritakan suasana berbeda yang dialaminya.
“Sangat sangat jauh berbeda suasana kemarin saat kita (Macan Kemayoran) tiba di Bandung.
Dimana kita sudah mulai bisa menikmati suasana di tanah Pasundan,” kata Riko, (12/1/2023).
Bahkan suasana sambutan hangat itu tidak hanya terjadi setelah persib memenangkan laga, tapi sebelum duel dimulai applauses dari sebagai Bobotoh mulai menyambut.
“Mulai kita berangkat dari hotel sampai tiba di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang biasanya kita mendapatkan intimidasi, sekarang sudah berubah menjadi Applause dari sebagian suporter yang menyambut kedatangan team Macan Kemayoran,” kata Riko Simanjuntak.
Bahkan kata Riko, saat memulai pemanasan sebelum pertandingan teriakan mengingat agar tidak lagi mengumandangkan nyanyian rasis.
“Saya juga mendengarkan sorakan dari seluruh suporter, apabila ada yang mencoba menyanyikan atau meneriakkan nyanyian rasis (memprovokasi).”
Baca Juga: Tangkap Kurir Sabu, Polresta Malang Telusuri Sumber Jaringannya
“Itu menandakan sudah mulai saling mengingatkan,” puji Riko Simanjuntak.
Ia pun berharap, awal yang baik itu dapat dilanjutkan di setiap pertandingan. Termasuk kala persija menjamu Persib di Jakarta pada Maret mendatang.
“Tinggal menunggu untuk bisa berbagi tribun saat pertandingan Macan Kemayoran VS Maung Bandung bertemu pasti keren banget,” harap Riko. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Selangkah Lagi! Persib Rebut Puncak Klasemen BRI Liga 1, Luis Milla Berburu Pemain, Sosok Rp2,17 M Resmi Terdepak
-
Klasemen Paruh Musim BRI Liga 1: Persib Dekati Puncak, Persija Terdepak, PSIS Kubur Impian, Pelatih PSM Ucap Selamat
-
Eks Bintang Chelsea dan Real Madrid Turut Respon Kemenangan Persib Bandung vs Persija, Unggah Ciro dan DDS
-
Sebut Persija Layak Kalah, Thomas Doll Akui Persib Tampil Lebih Baik
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Detik-detik OTT Bupati Tulungagung: KPK Sita Sepatu Louis Vuitton hingga Duit Jatah Ratusan Juta!
-
Aldi Taher Sujud Syukur Bakal Terbang ke New York Fashion Week, Siap Pamer Batik Lokal
-
Format Draft Kapten dan 1 On 1 Challenge Sukses, IBL All-Star 2026 'Pecah' di Bandung
-
KPK: Duit Perasan Rp2,7 Miliar Bupati Tulungagung Dipakai Beli Sepatu hingga Bayar THR Forkopimda!
-
Menang Badminton Lawan Betrand Peto, Samuel Cipta Tepati Nazar ke Fans
-
Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran
-
AI hingga Sertifikasi Internasional, Kunci Cetak Generasi Unggul di Industri Pariwisata Global
-
Hyeop-sama Is Back! Chae Jong Hyeop Dikonfirmasi Bintangi Drama Jepang Baru
-
Analisis Kemenangan Persija Jakarta Atas Persebaya Surabaya, Jadi Sinyal Kebangkitan Macan Kemayoran
-
Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel