Suara Denpasar-Rumah sakit Internasional di Bali ditarget rampung 2023, Peralatan medis canggih bertaraf internasional, begini luas dan fasititasnya.
Diperkirakan 2 juta orang Indonesia berobat ke rumah sakit yang ada di luar negeri. Namun kini pemerintah telah mengeluarkan salah satu terobosan baru di Bali.
Dimana pemerintah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 40 hektar. Nantinya kawasan ini akan digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan bertaraf internasional.
Kawasan itu juga nantinya untuk merevitalisasi hotel bersejarah yang dibangun oleh Ir. Soekarno dan menyatu dengan etno botanical garden. Bahkan nantinya KEK Kesehatan ini kelak bukan hanya menawarkan Medical Tourism.
Juga menjadi tujuan untuk wisata wellness sehingga Bali akan memiliki Health Tourism yang komphrehensif. PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama dengan Mayo Clinic merancang desain bangun, tata kelola dan budaya, layanan medis dan quality assurance dengan tujuan untuk memposisikan kualitas, keamanan, dan pengalaman pasien pada standar internasional tertinggi.
Nantinya dengan dibangunnya kawasan itu, diharapkan orang Indonesia serta Bali khusuanya Bali tak perlu lagi berobat ke luar negeri.
Mayo Clinic merupakan rumah sakit terbaik dunia (sejak publikasi daftar Global Newsweek & Statista Inc. pertama pada tahun 2019), rumah sakit terbaik AS selama tujuh tahun berturut-turut, serta peringkat teratas dalam empat belas spesialisasi (US News & World Report).
Mayo Clinic juga merupakan lembaga perawatan kesehatan terkemuka di dunia, yang menonjol karena keunggulannya yang konsisten. Termasuk juga dokter yang terkemuka, perawatan keperawatan terbaik, hingga tersedianya sejumlah peralatan medis berteknologi canggih.
Sementara itu, pembangunan kawasan tersebut diharapkan akan selesai di tahun 2023. Sehingga di awal tahun 2024 vasilitas medis tersebut sudah bisa mulai beroperasi.
Nantinya luas bangunan rumah sakit ini diperkirakan sekitar 60.000.
Lalu akan disediakan 250 tempat tidur rawat inap dengan 6 pusat unggulan kelas dunia. Terutama, di sektor Cardiology, Oncology, Neurology, untuk manajemen penyakit kritis. Selain itu, Gastro-Hepato (Gastroenterology), Orthopaedic serta Medical check up.
Selain memudahkan masyarakat untuk berobat, nantinya rumah sakit ini juga diharapkan bisa menyerap tenaga medis Indonesia yang lulusan dari luar negeri.
“Rumah sakit internasional ini menjadi kebanggaan dan semakin berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ini bagian dari komitment badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk Indonesia,” kata dr Mira, (Direktur Utama, PT. Pertamedika – IHC) dalam talk show bertema CHALLENGES & OPPORTUNITIES OF INDONESIA'S MEDICAL TOURISM.
Talk show yang digelar di hotel Puri Santrian Sanur, Denpasar Selatan itu menghadirkan Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati selaku Wakil Gubernur Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana selain Pimpinan Bali Tourism Board (BTB) dan Ketua GIPI Bali,
drg. Mira Dyah Wahyuni, MARS selaku Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC, dan Ida Bagus Sidharta Putra selaku Ketua Yayasan Pembangunan Sanur.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menjelaskan, perang antara Ukraina dan Rusia memberikan dampak ekonomi Global. Termasuk juga Indonesia.
Sehingga dengan adanya pembanguna Rumah Sakit Internasional ini diharapkan Bali akan menjadi tempat yang tenang untuk mereka yang ingin berobat.
Tag
Berita Terkait
-
Dibackingi Gubernur Bali, Ternyata Permrakarsa Proyek Terminal LNG di Mangrove Terkait Korupsi Sekda Buleleng
-
Ditentang Megawati, Pelingsir Puri se-Bali Minta Pembangunan Bandara Bali Utara Tetap Dilanjutkan, Begini Alasannya
-
Pelajar SMP di Tabanan Mencuri di 18 TKP, Rokok Hingga Uang Rp 2 Ribuan Diembat
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008
-
Webtoon Hit Hero Killer Diadaptasi Jadi Anime, Ungkap Sutradara dan Studio
-
Konflik Timur Tengah Mereda, tapi Harga BBM Belum Tentu Turun di Indonesia, Ini Penjelasan Ekonom
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
Teman Curhat AI dan Kesepian Gen Z: Solusi Praktis atau Sekadar Pelarian?
-
Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?
-
BRI Peduli Bekali 60 Purna PMI di Cirebon dengan Pelatihan dan Pendampingan Usaha
-
Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara
-
Apakah Sepatu Trail Run Bisa untuk Running Biasa? Ini Jawaban dan Penjelasannya
-
Ketahanan Ekonomi, 60 Purna PMI di Cirebon Mendapat Pelatihan Kewirausahaan dari BRI Peduli