Suara Denpasar- Wilayah Purwakarta tahun 2022 mencatatkan surplus padi sampai dengan 63 ribu ton.
Tiga wilayah di Purwakarta masuk sebagai daerah dengan penghasil padi terbesar di kabupaten tersebut.
Tiga daerah yang merupakan penghasil padi terbayak di Purwakarta ini berada di kecamatan Darangdan yaitu sebesar 12 persen, kemudin Kecamatan Pondoksalam 10 persen dan Kecamatan Wanayasa 9 persen.
Selain itu ada juga daerah yang memiliki produktivitas padi yang lebih rendah di banding daerah lain di Purwakarta berada di Kecamata Jatiluhur 2 persen.
"Alhamdulillah tahun 2022 Kabupaten Purwakarta masih surplus padi sebagai 63 ribu Ton. Kontribusi panen padi tahun 2022, tiga terbesar ada di Darangdan 12%, Pondoksalam 10% dan Wanayasa 9%, sementara itu terkecil ada Kecamatan Jatiluhur sebanyak 2%," ungkap Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.
Bupati Anne Ratna juga mendorong agar tanaman manggis, durian serta tanaman lainnya yang cocok dengan tanahnya dan alur distribusi serta penjualannya juga harus jadi perhatian.
Dengan demikian makin banyak komuditas yang bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan petani setempat.
"Sistemnya perlu ditindak lanjuti, terutama beberapa daerah yang membutuhkan pupuk," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika di Aula Dispangtan Purwakarta, Senin (30/1).
Bupati Anne Ratna Mustika berharap semua hasil tanam para petani di Purwakarta bisa semakin meningkat.
Baca Juga: Ditanya Isi Pembicaraannya dengan Megawati, Gibran: Baca Saja Ekspresi Muka Saya
"Semoga produktifitas petani di Kabupaten Purwakarta terus meningkat," ungkapnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim