Suara Denpasar - Indonesia dengan segala keindahan alam dan budaya masyarakatnya, menjadi daya tarik wisata yang unik dan menarik bagi wisatawan mancanegara.
Dilansir dari website indonesia.go.id, Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index menempati peringkat 32 dari 117 negara. Data ini dirilis World Economic Forum pada Mei 2022.
Tentunya kita patut berbangga atas pencapaian ini. Namun tahukah kamu bahwa pariwisata yang sudah maju dan berkembang saat ini, telah terintis sejak jaman Hindia Belanda? Mari simak bersama.
Pada masa Hindia Belanda, kegiatan wisata seperti yang kita kenal sekarang sudah dikembangkan. Seperti ada nya perjalan wisata yang dilakukan wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa.
Perjalan wisata ini didorong oleh rasa ingin tahu serta eksplorasi kaula muda di Eropa pada saat itu. Oleh karena itu sarana dan prasarana seperti; akomodasi yang dikelola secara komersil, sudah dikenal di Hindia Belanda.
Meskipun demikian, tidak semua orang dapat melakukan perjalanan wisata ke Hindia Belanda. Selain faktor masih terbatas nya transportasi, ada juga faktor Pemerintah Hindia Belanda yang protektif.
Pemerintah Kolonial Belanda khawatir jika bangsa-bangsa Eropa lainnya akan terpikat dengan keindahan dan kekayaan SDA Hindia Belanda. Terlebih lagi terhadap Inggris, mereka sempat meluaskan kekuasaan nya di Bengkulu dan Jawa.
Meskipun terbatas, bukan berarti tak ada kegiatan atau perjalan wisata dari luar negeri ke Hindia Belanda. Salah satu buktinya adalah Eliza Rumahah turis asal Amerika yang menulis sebuah buku "Java, The Garden of East".
Pada tahun 1910, Pemerintah Hindia Belanda membentuk suatu organisasi yang menjadi badan resmi Pemerintah Hindia Belanda dalam mengatur kegiatan kepariwisataan.
Baca Juga: Mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes Wafat
Organisasi ini bernama Vereeniging Voor Touristen Verkeer (VTV). Apa itu?
Apa Itu Vereeniging Voor Touristen Verkeer (VTV)?
Menurut H. Kodyat (1996) dalam buku "SEJARAH PARIWISATA DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA", mula-mula kantor organisasi ini berlokasi di Rijswijk 11 (sekarang ujung jalan veteran IV Jakarta). Lalu berpindah ke Rijswijk 38 dan ke Noordwijk 36 (sekarang jalan Juanda Jakarta).
Selain menyelenggarakan kegiatan pariwisata (tour), VTV juga menerbitkan informasi wisata dalam bentuk brosur dan buku. Dari penerbitan dan paket tour ini lah, sumber keuangan VTV berasal.
Sejak pembentukannya, cukup banyak bahan-bahan informasi yang diterbitkan VTV. Berupa informasi dan penuntun wisata di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Lombok.
Informasi mengenai wisata dan panduan wisata tidak hanya diterbitkan oleh VTV saja. Banyak perusahaan, badan, serta pihak lain baik dari dalam maupun luar negeri yang turut mempromosikan wisata Hindia Belanda.
Pada masa itu setidaknya ada dua destinasi yang menjadi favorit para wisatawan. Yaitu Bandung dan Bali. Bali sendiri hingga kini terkenal dengan pariwisatanya. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Jepret.. Jepret! Shin Tae-yong Jadi "Tukang Foto" di Tengah TC Timnas Indonesia U-20
-
Thomas Doll Dengar Nih! Brandon Scheunemann Bongkar Manfaat TC Shin Tae-yong
-
Shin Tae-yong Detail Banget, Sampai Cara Lompat Timnas Indonesia U-20 Harus Sempurna
-
PT Freeport Dituding Rusak Lingkungan di Wilayah Papua, Komisi IV Minta Pemerintah Campur Tangan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Ulasan Novel Katri, di Balik Senyum Tenang yang Menyimpan Seribu Rahasia
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu