Suara Denpasar – Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares melayangkan kritikan terhadap PSSI atas pemanggilan pemain untuk menjalani TC Timnas Indonesia U-20.
Pelatih PSM Makassar itu pun menyinggung soal sikap Persib Bandung dan Persija Jakarta dalam pemanggilan itu.
Pasalnya, Persib Bandung yang kini ditangani Luis Milla dan Persija Jakarta- Thomas Doll tak mengirism seluruh pemain yang dipanggil Timnas.
Persib Bandung misalnya. Dua dari tiga pemain muda yakni Kakang Rudiyanto dan Ferdiansyah masih diturunkan Luis Milla dalam 2 laga terakhir.
Sementara Robi Darwis tidak lagi nampak dalam skuad Persib Bandung dan telah bergabung dalam TC Timnas.
Kini muncul pernyataan pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, yang mampu mencuri perhatian publik penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia.
Dilansir Suara Denpasar dari Suara Joglo, menurut Bernardo Tavares PSSI dalam menyikapi polemik tersebut dinilai tidak tegas kepada Persija Jakarta dan Persib Bandung.
"Saya sampaikan bahwa aturan tetap aturan. Di sini kami memberikan pemain kami ke timnas pada saat timnas melakukan pemanggilan," ungkap pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares terkait pemanggilan pemain untuk mengikuti TC Timnas Indonesia U-20.
"Namun tim lain tidak memberikan pemain-pemain mereka. Apakah aturan sama diterapkan di satu klub dan yang lain tidak," imbuhnya bernada sindiran kepada PSSI.
Baca Juga: Mengejutkan! Thomas Doll Minta Maaf ke Shin Tae yong usai Sebut Badut, Akhiri Perseteruan Pelatih?
Pernyataan pelatih PSM Makassar tersebut lantas mendapat respon dari kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Tidak jarang dari mereka yang mengomentari pernyataan Bernardo Tavares tersebut.
"Setuju seharusnya PSSI tegas kepada setiap klub, jgn pilih Kasih jgn garas satu dua klub rencana timnas gagal," ungkap salah seorang netizen.
Bahkan dari banyaknya komentar, netizen meminta agar pemain yang tidak bergabung sesuai pemanggilan TC Timnas untuk dicoret dari skuad Garuda Nusantara.
"Yau dah aja sih, gak usah panggil ke Timnas lagi kalau emang gak mau atau agk bisa dilepas, lagian apa sih prestasi yang paling membanggakan selain dipanggil gabung Timnas? Kalau cuma juara Liga Indonesia mah lebih bangga dan lebih keren dipanggil Timnas dari pada juara Liga Indonesia, apalagi Liga Indonesia kadang kocak".
“Setidaknya liga di diliburkan dulu atau untuk liga musim depan jadwalnya bisa di sesuaikan lagi agar tidak bentrok dengan laga laga timnas dan laga laga kalender FIFA," sambung netizen yang lain.
"@pssi harus tegas setuju @psm_makassar ayo grudug @persib @persija menpora mewakili negara sdh turun tangan sampai disentil nasionalisme mu dimana wahay persib Persija @ridwankamil @erickthohir," ujar netizen lainnya. (*/Aryo)
Tag
Berita Terkait
-
Demi Shin Tae Yong, Ketum PSSI Rela Lakukan Ini, Pemain Rp3,91 Miliar Segera Gabung Timnas?
-
Fix! Persib Bandung Lepas Gelandang Rp434,54 Juta? Shin Tae Yong Pilih Fokus Level Up Timnas
-
Gelandang Rp52,14 M Barcelona Batal Diboyong ke Indonesia? Fix Gagal Bertemu Shin Tae Yong dan Timnas
-
Luis Milla Ngotot Tetap Bawa 2 Wonderkid Timnas, Ini Daftar 22 Pemain Persib Bandung vs Bali United
-
Tak Kunjung Datang, Shin Tae-yong Mohon Klub Liga 1 untuk Lepas Pemainnya ke Timnas U-20
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
-
Metode Baca Bareng di Taman: Cara Ibu-Ibu Jagakarsa Mengajarkan Anak Mencintai Buku Tanpa Paksaan
-
Wakil Bupati Jadi Tersangka Korupsi Rp18 M, Lucky Hakim Bungkam saat Ditanya soal Keterlibatannya
-
Meikarta Jadi Hunian Rakyat, Lippo Group Segera Serahkan Lahan ke Negara
-
5 Filter Air Keran untuk Saring Bau dan Kotoran, Air Lebih Jernih untuk Kebutuhan Rumah Tangga
-
Mengapa Pertarungan Lini Tengah Jadi Penentu Hidup-Matinya Inggris vs Ghana?
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah
-
Regulasi U-23 Dihapus, Wonderkid Persija Pede Rebut Tempat di Era Shin Tae-yong
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai